RRI.CO.ID, Jakarta - Seekor anak Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) kembali lahir di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Kelahiran yang terekam camera trap pada 10 Oktober 2026 itu menjadi tanda habitat satwa langka tersebut masih terjaga.
Plt. Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan, Mahfudz, menyambut kabar tersebut dengan penuh syukur. Ia menilai, kelahiran ini membawa harapan bagi pelestarian satwa paling langka di dunia.
"Alhamdulillah, ini adalah anugerah dan harapan besar bagi kelestarian Badak Jawa yang merupakan spesies paling langka di dunia. Hanya ada di Indonesia," ujarnya dikutip dalam siaran pers pada laman Kementerian Kehutanan pada Selasa, 3 November 2026.
[bacajuga=1;title="Kementan Perkuat Kompetensi Petani Kutai Barat";sumber="berita"]
Anak badak itu terpantau berkubang bersama induknya yang bernama Desy. Menurut tim monitoring Balai TNUK, Desy merupakan salah satu induk produktif di Semenanjung Ujung Kulon.
Dalam delapan tahun terakhir, Desy telah melahirkan lima anak bernama Arjuna, Arum, Hawa, Syauki, dan anak terbaru ini. Pejantan yang diduga kuat menjadi ayahnya bernama Musofa.
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Ardi Andono, menyampaikan kondisi induk dan rencana pemantauan. "Induk Desy sendiri terpantau dalam kondisi sangat baik dan berpengalaman dalam mengasuh anak," ujarnya.
Ardi memastikan pemantauan akan terus dilakukan di sekitar lokasi kelahiran. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim patroli dan mitra yang selama ini menjaga kawasan.
[bacajuga=2;title="Pemilik Kucing Perlu Perhatikan Berat Badan Hewan setelah Sterilisasi";sumber="berita"]
"Tim kami akan terus melakukan monitoring intensif di sekitar lokasi untuk memastikan induk dan anak tetap aman. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim UKP dan Mitra yang telah bekerja tanpa henti menjaga kawasan," ujarnya.
Anak badak pertama kali terpantau pada pukul 21.35 WIB melallui camera trap. Kondisinya tampak sangat sehat dan aktif mengikuti induk, dengan usia sekitar satu hingga dua bulan.
Kementerian Kehutanan menilai kelahiran ini membuktikan habitat Ujung Kulon masih ideal bagi Badak Jawa. Patroli intensif dan pengamanan kawasan dinilai membuat satwa aman berkembang biak secara alami.
[bacajuga=3;title="Kemenhut Tetapkan Dua Korporasi Tersangka Kasus Karhutla";sumber="berita"]
Kementerian akan memperkuat perlindungan melalui rasionalisasi habitat lewat Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA). Masyarakat diimbau tidak beraktivitas ilegal di kawasan dan turut mendukung upaya konservasi. (Reporter: Nadya Syifa Syauqiyah)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.