RRI.CO.ID, Jakarta – Setiap tanggal 3 November, Hari Ubur-Ubur Sedunia diperingati untuk mengenalkan satwa laut dan perannya dalam ekosistem laut. Uniknya, hewan ini tidak memiliki otak seperti kebanyakan hewan lainnya.

Mengutip laman Ensiklopedia Britannica Selasa, 3 November 2026, ubur-ubur tetap mampu bergerak dan merespons rangsangan di sekitarnya. Kemampuan tersebut didukung jaringan saraf yang tersebar di seluruh tubuhnya.

Jaringan saraf itu disebut nerve net atau jaringan saraf sederhana. Sistem tersebut membantu ubur-ubur mengatur gerakan tubuh dan merespons lingkungan.

[bacajuga=1;title="Bukan Mitos, Ubur-ubur Ini Mampu 'Mengulang' Siklus Hidupnya";sumber="berita"]

Beberapa ubur-ubur juga memiliki organ sensorik bernama rhopalia di bagian tepi tubuhnya. Organ tersebut membantu mendeteksi cahaya serta perubahan posisi akibat gravitasi.

Kemampuan tersebut membuat ubur-ubur tetap dapat bergerak tanpa membutuhkan otak. Gerakannya dilakukan dengan mengontraksikan dan mengendurkan bagian tubuh berbentuk lonceng.

Ubur-ubur juga memiliki cara unik untuk mendapatkan makanan. Hewan ini menangkap mangsa menggunakan tentakel yang dilengkapi sel penyengat bernama nematosista.

[bacajuga=2;title="Begini Pengaruh Suhu Pasir dalam Menentukan Jenis Kelamin Anak Penyu";sumber="berita"]

Sel tersebut dapat mengeluarkan struktur seperti benang untuk melumpuhkan mangsa. Makanan kemudian dibawa menuju bagian tengah tubuh untuk dicerna.

Fakta unik lainnya, tubuh ubur-ubur umumnya mengandung sekitar 99 persen air. Meski tampak sederhana, beberapa spesies dapat memiliki ukuran tubuh hingga dua meter.

Siklus hidup ubur-ubur juga cukup unik karena melalui beberapa bentuk tubuh. Tahapannya dapat mencakup polip, ephyra, hingga ubur-ubur dewasa.

[bacajuga=3;title="WWF: Populasi Satwa Liar Global Turun 73 Persen dalam 52 Tahun";sumber="berita"]

Keunikan lain ditemukan pada kelompok ubur-ubur kotak atau box jellyfish. Hewan tersebut memiliki sistem penglihatan lebih kompleks dibandingkan banyak jenis ubur-ubur lainnya.

Ada pula Cassiopea yang hidup dengan posisi tubuh terbalik di perairan dangkal tropis. Posisi tersebut berkaitan dengan hubungan simbiosisnya bersama alga yang hidup di tubuhnya.

Berbagai kemampuan itu menunjukkan bahwa ubur-ubur memiliki sistem sederhana untuk bertahan hidup. Meski tanpa otak, hewan ini tetap mampu bergerak, mencari makanan, dan merespons lingkungan. (Reporter: Nikita Yunistia Maryam)