RRI.CO.ID, Pandeglang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD PK) Kabupaten Pandeglang, Banten, mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul status Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat, khususnya nelayan, wisatawan, dan warga pesisir, diminta tidak mendekati kawasan gunung api tersebut dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Guna menghindari risiko terkena lontaran material vulkanik.
"Kami minta masyarakat pesisir tidak mendekati kawasan GAK guna menghindari kecelakaan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD PK Pandeglang, Acep Firmansyah, di Pandeglang, Minggu 1 November 2026.
[bacajuga=1;title="Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga dan Radius Bahaya Ditetapkan";sumber="berita"]
[bacajuga=2;title="BKSDA Tegaskan Gunung Anak Krakatau Bukan Destinasi Wisata";sumber="berita"]
Acep mengatakan, pemerintah daerah telah menyampaikan peringatan kewaspadaan kepada masyarakat, aparatur kecamatan dan desa, wisatawan, pendaki, hingga jurnalis. Agar mematuhi rekomendasi keselamatan.
Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi wilayah pesisir pantai Pandeglang hingga kini relatif aman. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Meski demikian, warga diminta memahami potensi bahaya yang dapat ditimbulkan aktivitas gunung api tersebut. Ancaman itu antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan.
Potensi bahaya tersebut terutama perlu diwaspadai dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. BPBD PK Pandeglang juga mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung agar tidak mudah mempercayai isu mengenai erupsi GAK yang disebut-sebut akan memicu tsunami.
Warga tetap dapat menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti perkembangan informasi dan arahan dari BPBD setempat.
"Kami minta nelayan, wisatawan, dan warga agar tidak mendekati kawasan GAK, karena khawatir terdampak bebatuan pijar. Petugas merekomendasikan radius lima kilometer dari gunung," ujarnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.