RRI.CO.ID, Jakarta - Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu setinggi 200 meter. Tinggi lontaran abu vulkanik tersebut teramati mencapai ketinggian 1.525 meter di atas permukaan air laut.

Peristiwa letusan gunung api aktif kawasan Maluku Utara ini terjadi pada Minggu, 1 November 2026. Aparatur pengamat mencatat hembusan material vulkanik tersebut berlangsung tepat pada pukul 07.28 Waktu Indonesia Timur (WIT).

[bacajuga=1;title="Gunung Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali Hari Ini, Durasi Terlama 32 Detik";sumber="berita"]

[bacajuga=2;title="Gunung Semeru Kembali Erupsi, Letusan Capai 1 Kilometer";sumber="berita"]

[bacajuga=3;title="Gunung Semeru Erupsi Beruntun Lima Kali, Tinggi Letusan Tembus 1.000 Meter";sumber="berita"]

Peralatan seismogram merekam getaran aktivitas letusan dengan amplitudo maksimum 28 milimeter selama durasi 46 detik. Otoritas vulkanologi menetapkan status tingkat aktivitas Gunung Ibu masih tetap berada pada Level II Waspada.

Petugas Pengamatan Gunung Ibu Darsono Haji Muhammad Nur melaporkan pergerakan gumpalan asap tebal dari puncak. Hembusan kolom abu kawah teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang serta condong menuju arah barat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang warga beraktivitas dalam radius dua kilometer kawah. Zona bahaya sektoral juga diperluas sejauh 3,5 kilometer ke arah utara sesuai bentuk bukaan kawah.

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung dan mulut berupa masker serta pelindung mata atau kacamata," kata PVMBG dikutip RRI.co.id , Minggu, 1 November 2026.

Pihak berwenang mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi bohong seputar letusan. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat wajib menjalin koordinasi intensif bersama kantor pusat vulkanologi di Kota Bandung.

Aparatur daerah juga memantau kondisi kawah secara berkala melalui Pos Pengamatan Gunung Ibu Desa Gam Ici. Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas vulkanik melalui aplikasi resmi Magma Indonesia serta kanal digital pemerintah.