RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan, Senin, 2 November 2026. Berdasarkan pantauan pukul 09.01 WIB, IHSG berada di level 5.001,06 atau turun 55,98 poin setara 1,11 persen.

Data perdagangan menunjukkan volume perdagangan mencapai 2,02 miliar saham. Nilai transaksi tercatat Rp557,97 miliar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 68.079 kali transaksi.

Sebanyak 135 saham menguat, sementara 365 saham melemah dan 155 saham tidak mengalami perubahan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp8.772,90 triliun.

Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berisiko melemah dalam perdagangan hari ini. Pada penutupan akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun 0,80 persen ke level 5.057.

[bacajuga=1;title="IHSG Diperkirakan Masih Melemah Hari Ini, Pasar Cermati Sentimen Domestik";sumber="berita"]

“Secara teknikal IHSG diperkirakan menguji level 4.900-5.000. Jika IHSG bertahan di atas level 5.000, maka berpotensi akan bergerak sideways di kisaran 5.000-5.200,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Senin, 2 November 2026.

Menurut Phintraco, peluang IHSG menutup celah penurunan atau gap di level 5.800 masih terbuka. Namun, peluang tersebut bergantung pada kemampuan indeks bertahan di atas level 5.450.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, investor asing masih mencatatkan arus keluar modal atau net sell sebesar Rp172 miliar. Saham yang paling banyak dilepas investor asing yakni BBRI, TLKM, AMMN, PTBA, dan TINS.

[bacajuga=2;title="Akhir Perdagangan Jumat, IHSG Ditutup Melemah 0,80 Persen di Level 5.057";sumber="berita"]

Pergerakan IHSG hari ini juga dipengaruhi perhatian investor terhadap sejumlah data ekonomi domestik. Badan Pusat Statistik dijadwalkan merilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.

Investor juga mencermati rilis indeks manufaktur Indonesia atau Purchasing Managers' Index (PMI), pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026, serta cadangan devisa. Data tersebut menjadi sejumlah indikator yang diperhatikan pasar dalam menilai kondisi perekonomian nasional.

Selain itu, investor mencermati dampak dikeluarkannya saham-saham HSC dari perhitungan IHSG mulai Senin ini. Menurut Tim Phintraco, kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan bobot saham lain yang tetap masuk dalam perhitungan indeks, terutama saham berkapitalisasi pasar besar.