RRI.CO.ID, Jakarta - Aktivitas manufaktur nasional menunjukkan penguatan pada Oktober 2026. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) mencapai 53,77 atau naik 1,84 poin dibandingkan September 2026 sebesar 51,93.
Capaian tersebut juga meningkat 0,27 poin dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 53,50. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Eko S.A. Cahyanto menyebut sebagian besar dari 23 subsektor industri dalam penilaian IKI menunjukkan kinerja positif.
“Apabila kita perhatikan, IKI dari bulan ke bulan menunjukkan sektor industri terus ekspansi dan kuat. Dari 23 subsektor yang menjadi objek penilaian IKI, dapat kami sampaikan bahwa sebagian besar tumbuh sangat baik,” kata Eko dalam Rilis IKI Oktober 2026 di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.
Penguatan IKI terutama ditopang peningkatan pesanan dan aktivitas produksi industri. Indeks pesanan mencapai 56,08, naik 2,68 poin, sedangkan indeks produksi sebesar 55,38, meningkat 1,60 poin dibandingkan September.
Sementara itu, indeks persediaan masih mengalami kontraksi selama lima bulan berturut-turut. Pada Oktober 2026, indeks tersebut tercatat 45,60 atau meningkat tipis 0,15 poin dibandingkan September.
Dari sisi prospek usaha, sebanyak 67,4 persen responden menyatakan optimistis terhadap kondisi industri dalam enam bulan mendatang. Persentase responden yang pesimistis juga menurun dari 5,8 persen menjadi 5,5 persen.
Perbaikan juga terlihat pada kegiatan usaha industri selama Oktober 2026. Sebanyak 80,4 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik atau stabil, meningkat dibandingkan September yang mencapai 77,9 persen.
[bacajuga=1;title="KKP Perkuat Industri Pendukung untuk Percepat Hilirisasi Hasil Laut";sumber="berita"]
Eko menyebut pelaku industri melihat peluang peningkatan permintaan menjelang sejumlah perayaan hari besar keagamaan. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong perusahaan meningkatkan utilisasi kapasitas produksi.
“Pelaku usaha melihat situasi ini merupakan suatu peluang yang bisa meningkatkan utilisasi mereka. Kami berharap bahwa keyakinan terhadap kondisi ke depan ini semakin baik,” ucap Eko.
Pada tingkat subsektor, industri makanan mencatatkan IKI tertinggi sepanjang 2026. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, menyebut peningkatan pesanan, termasuk ekspor, turut mendukung kinerja industri tersebut.
“Hal ini melanjutkan kinerja positif dari bulan sebelumnya. Untuk komponen pesanan baru, permintaan didukung oleh strategi yang disiapkan oleh pelaku industri dalam menyambut panjangnya periode hari besar keagamaan,” ujar Merri.
Selain industri makanan, industri kertas dan barang dari kertas kembali memasuki fase ekspansi setelah mengalami kontraksi pada September. Peningkatan permintaan kertas kemasan turut didorong persiapan pelaku usaha menghadapi Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, industri hasil tembakau (IHT) masih mencatatkan ekspansi meskipun lajunya melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Merri menjelaskan, pelaku industri memanfaatkan stok produksi sebagai produk jadi sambil menunggu kebijakan pemerintah terkait cukai tahun depan.
“Arti kontraksi di sini yaitu persediaan cukup banyak. Dapat kami sampaikan mengingat saat ini terjadi panen tembakau, banyak pelaku industri yang memanfaatkan stok produksi mereka sebagai produk jadi,” kata Merri.
[bacajuga=2;title="RRI Lanjutkan Pendampingan Pemenang Bintang Radio hingga Industri Musik";sumber="berita"]
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.