RRI.CO.ID, Ciputat - Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan kehormatan delegasi keagamaan dan kebudayaan Islam Qatar, Rabu, 28 Oktober 2026. Kunjungan di gedung rektorat ini sebagai upaya memperkuat hubungan kerja sama akademik, penguatan studi keislaman, serta pengembangan kapasitas SDM antar lembaga.
Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Qatar. Ia kemudian memaparkan profil UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri terbesar di Indonesia.
“Pertama-tama, kami menyambut baik kehadiran Anda sekalian di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Universitas ini memiliki sekitar 42.000 mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia. Dengan 13 fakultas, mencakup ilmu humaniora, kedokteran, tarbiyah, ekonomi, serta fakultas-fakultas lainnya,” ujarnya dikutip dari laman Kemenag RI, Sabtu 31 Oktober 2026.
[bacajuga=1;title="FEB UIN Jakarta Rumuskan Strategi Akademik Global";sumber="berita"]
Sementara, kunjungan kerja ini dilaksanakan berdasarkan arahan langsung dari Menteri Wakaf dan Urusan Keislaman Qatar, H.E. Ghanem bin Shahin Al-Ghanim. Demikian kata Assistant Director of Sheikh Abdullah bin Zaid Al Mahmoud Islamic Cultural Center, Mr. Sultan Saad Hassan Al-Badr.
“Kunjungan kami ini untuk meninjau secara langsung kebutuhan saudara-saudara kami di Indonesia dalam berbagai bidang. Yang berkaitan dengan urusan syariat dan keagamaan, para imam, khatib, dan lain sebagainya,” kata Sheikh Abdullah di dalam pertemuan.
Ia menjelaskan kementerian terbuka untuk memfasilitasi program-program konkret, seperti pelatihan bahasa Arab bagi penutur non-Arab. Kemudian, program penguatan kapasitas keilmuan syariah bagi imam dan khatib, hingga dukungan literatur keislaman dan mushaf Al-Qur'an.
“Insya Allah, kita akan berdiskusi bersama mengenai hal-hal yang dapat kami kontribusikan di sini. Sebagai kementerian dalam mendukung dan memperkuat kerja sama yang telah terjalin antara Negara Qatar dan RI di bidang urusan keislaman,” ujarnya menjelaskan.
Adapun, Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta, Yuli Yasin, memaparkan peluang kolaborasi akademik. Serta penguatan tata kelola filantropi Islam kampus melalui lembaga wakaf Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta.
“Sebelum itu, menanggapi apa yang disampaikan oleh Dr. Hamad, terdapat program pertukaran mahasiswa antara fakultas kami dengan perguruan tinggi di Timur Tengah, seperti Universitas Ez-Zitouna di Tunisia dan beberapa universitas di Maroko. Saya berharap hubungan ini dapat menjadi sarana komunikasi antara kami dengan Kementerian Pendidikan maupun universitas-universitas di Qatar,” katanya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.