RRI.CO.ID, Jakarta - Industri makanan mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) tertinggi sepanjang 2026 pada Oktober. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Merrijantij Punguan Pintaria, menyebut peningkatan pesanan, termasuk ekspor, mendukung kinerja industri tersebut.
Merri menjelaskan, permintaan baru menjadi salah satu komponen yang mendukung kinerja industri makanan pada Oktober. Pelaku industri menyiapkan strategi untuk menyambut periode panjang hari besar keagamaan.
“Hal ini melanjutkan kinerja positif dari bulan sebelumnya. Untuk komponen pesanan baru, permintaan didukung oleh strategi yang disiapkan oleh pelaku industri dalam menyambut panjangnya periode hari besar keagamaan,” kata Merri dalam Rilis IKI Oktober 2026 di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.
Secara nasional, IKI Oktober 2026 mencapai 53,77 atau naik 1,84 poin dibandingkan September sebesar 51,93. Angka tersebut juga meningkat 0,27 poin dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 53,50.
Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto menyebut sebagian besar subsektor industri menunjukkan perkembangan positif. Dari 23 subsektor yang menjadi objek penilaian IKI, mayoritas mencatatkan pertumbuhan.
“Apabila kita perhatikan, IKI dari bulan ke bulan menunjukkan sektor industri terus ekspansi dan kuat. Dari 23 subsektor yang menjadi objek penilaian IKI, dapat kami sampaikan bahwa sebagian besar tumbuh sangat baik,” ujar Eko.
Kenaikan IKI nasional terutama didukung peningkatan komponen pesanan dan produksi. Indeks pesanan mencapai 56,08 atau meningkat 2,68 poin, sedangkan indeks produksi berada pada 55,38 atau naik 1,60 poin.
[bacajuga=1;title="KKP Perkuat Industri Pendukung untuk Percepat Hilirisasi Hasil Laut";sumber="berita"]
Sementara itu, indeks persediaan tercatat 45,60 atau meningkat 0,15 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Komponen tersebut masih mengalami kontraksi selama lima bulan berturut-turut.
Dari sisi prospek usaha, sebanyak 67,4 persen responden menyatakan optimistis terhadap kondisi industri dalam enam bulan mendatang. Persentase responden yang pesimistis menurun dari 5,8 persen menjadi 5,5 persen.
Eko menyebut pelaku usaha melihat peluang peningkatan utilisasi menjelang sejumlah perayaan hari besar keagamaan. Ia berharap keyakinan pelaku industri terhadap kondisi usaha ke depan semakin baik.
“Pelaku usaha melihat situasi ini merupakan suatu peluang yang bisa meningkatkan utilisasi mereka. Kami berharap bahwa keyakinan terhadap kondisi ke depan ini semakin baik,” kata Eko.
Pada subsektor lainnya, industri kertas dan barang dari kertas kembali memasuki fase ekspansi setelah mengalami kontraksi pada September. Permintaan kertas kemasan meningkat seiring persiapan pelaku usaha menghadapi Natal dan Tahun Baru.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.