RRI.CO.ID, Zurich - Aroma kopi khas Nusantara menarik perhatian masyarakat Zurich dalam Swiss Coffee Festival (SCF) 2026. Ajang pameran internasional ini berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di StageOne Event & Conversation Hall, Zurich, Swis.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern berkolaborasi dengan Atase Perdagangan RI di Jenewa memfasilitasi keikutsertaan para pelaku usaha kopi Indonesia. Fasilitas ini diberikan untuk memperluas akses produk kopi Nusantara ke pasar Swis dan Eropa.

SCF merupakan festival kopi tahunan yang diikuti oleh ratusan peserta pameran (exhibitor). Pada pelaksanaan tahun ini, pameran tersebut berhasil menyedot antusiasme sekitar 5.500 pengunjung.

Indonesia menghadirkan beragam varian kopi dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, hingga Flores. Beberapa jenis yang diperkenalkan antara lain varian arabika honey dari Jawa Barat serta kopi liberika yang terbilang langka di pasar Swiss.

[bacajuga=1;title="Indonesia-Swis Kerja sama Pengembangan SDM bidang Perdagangan";sumber="berita"]

Selama dua hari pameran, pengunjung tampak antusias mencicipi sajian kopi Indonesia. Kopi arabika honey anaerobic menjadi salah satu yang paling diminati karena karakter rasanya yang fruity dan ringan.

Melalui festival ini, para pelaku usaha Indonesia juga berhasil bertemu dengan calon pembeli potensial. Mereka mengantongi potensi permintaan hingga 10 ton kopi tanpa kafein (decaf), 300 kilogram biji kopi robusta, serta persediaan arabika asal Jawa Barat dan Bali.

Selain menyajikan kopi seduh, kontingen Indonesia membawa tujuh sampel produk dari pelaku UMKM. Sampel berupa green bean, roasted coffee, dan kopi bubuk ini menjadi representasi keragaman kopi Nusantara, termasuk jenis excelsa yang menjadi satu-satunya di festival tersebut.

Duta Besar RI untuk Swis dan Liechtenstein, I Gede Ngurah Swajaya, menegaskan pentingnya mempertahankan momentum ekspor yang sempat mencatatkan nilai rekor USD32 juta pada 2025. Langkah ini krusial untuk mengokohkan posisi kopi Indonesia di pasar internasional.

"Kita ingin mempertahankan momentum peningkatan ekspor kopi Indonesia untuk terus menjadi pemain utama specialty coffee di Swis. Kita ingin mengajak para petani kopi dan pelaku usaha kopi Indonesia untuk terus mempertahankan orisinalitas dan keberlanjutan produksi kopinya," ujar Dubes Swajaya dikutip dari keterangannya Kamis, 5 November 2026.