RRI.CO.ID, Jakarta — Hari Vegan Sedunia diperingati setiap 1 November untuk mengenalkan gaya hidup yang menghindari penggunaan hewan. Selain makanan, gaya hidup ini juga berkaitan dengan pilihan kosmetik dan produk perawatan tubuh.
Saat membeli produk kecantikan, konsumen mungkin menemukan label vegan dan cruelty-free pada kemasannya. Keduanya berkaitan dengan kepedulian terhadap hewan, tetapi memiliki arti yang berbeda.
Menurut The Vegan Society, kosmetik vegan tidak menggunakan bahan yang berasal dari hewan. Sementara itu, istilah cruelty-free merujuk pada produk yang tidak diuji pada hewan.
Perbedaan ini berarti kosmetik cruelty-free masih mungkin mengandung bahan hewani. Sebaliknya, produk berlabel vegan belum tentu bebas dari pengujian pada hewan jika klaimnya tidak mencakup proses tersebut.
[bacajuga=1;title="Kolagen Tak Hanya untuk Kulit, Ini Perannya bagi Tubuh";sumber="berita"]
Vegetarian Society menjelaskan bahwa beberapa bahan hewani masih digunakan dalam produk kecantikan. Contohnya, lilin lebah atau beeswax yang dapat ditemukan dalam lipstik dan krim kulit.
Bahan lainnya adalah carmine, pewarna merah yang berasal dari serangga dan dapat digunakan dalam lipstik. Kolagen dari hewan juga digunakan dalam sejumlah produk perawatan kulit.
Selain memeriksa bahan, konsumen perlu memperhatikan klaim mengenai pengujian pada hewan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengingatkan istilah cruelty-free tidak memiliki definisi hukum khusus dalam aturan kosmetik Amerika Serikat.
[bacajuga=2;title="Memahami Label Cruelty-Free pada Produk Kosmetik";sumber="berita"]
Karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya mengandalkan tulisan pada kemasan. Logo sertifikasi dari lembaga tepercaya dapat membantu memeriksa apakah produk memenuhi kriteria tertentu.
Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga mengingatkan masyarakat untuk membedakan kosmetik vegan, cruelty-free, dan halal. Konsumen tetap perlu memeriksa kemasan, label, izin edar, serta tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk.
Dengan memahami perbedaan kedua istilah tersebut, konsumen dapat memilih produk sesuai kebutuhan dan prinsipnya. Membaca komposisi serta memeriksa sertifikasi menjadi langkah penting sebelum membeli kosmetik. (Rahmania Ulfah)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.