RRI.CO.ID, Jakarta – Deteksi dini penyakit jantung bawaan pada anak penting dilakukan untuk mencegah keterlambatan penanganan dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan. Pemeriksaan sejak usia dini memungkinkan kelainan jantung teridentifikasi lebih cepat sehingga anak dapat memperoleh penanganan medis tepat.

Staf Medik Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan RS Harapan Kita, Rissa Ummy Setiani, menekankan pentingnya pemeriksaan. Menurutnya, pemeriksaan idealnya dilakukan sejak prasekolah, tetapi kini screening diperluas hingga siswa sekolah dasar.

“Waktu yang tepat untuk screening itu sebenarnya adalah anak-anak usia prasekolah. Makanya kita memilih populasi anak di sekolah dasar,” kata dr. Rissa saat diwawancarai RRI.CO.ID di SDN 07 dan 08 Jatipulo, Jakarta Barat, Selasa, 3 November 2026.

[bacajuga=1;title="Kemenkes Deteksi Dini Gangguan Mata lewat Program CKG";sumber="berita"]

Rissa menjelaskan pemilihan siswa SD Cetipulo sebagai sasaran screening didasarkan pada rekomendasi hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis yang dilakukan Puskesmas. Pemeriksaan menggunakan ekokardiografi dilakukan untuk mendeteksi kelainan struktur jantung pada siswa sebagai upaya deteksi dini penyakit jantung bawaan.

“Untuk anak siswa SD-nya kita melakukan pemeriksaan ekokardiografi. Jadi kita melihat ada atau tidak kelainan struktur jantung,” ucap Rissa menjelaskan.

Selain pemeriksaan jantung, kegiatan tersebut juga mencakup konseling gizi bagi anak. Hal ini untuk membantu menentukan menu makanan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

[bacajuga=2;title="Peringatan Hari Jantung Sedunia: Pentingnya Mengenali Risiko dan Gejala Serangan";sumber="berita"]

Sementara itu, pemeriksaan heart view turut diberikan kepada orang tua siswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan jantung keluarga. Rissa menambahkan, screening penyakit jantung bawaan ini akan diperluas ke sekolah-sekolah di daerah lain agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan menjalani pemeriksaan sejak dini.

“Kami akan memperluas screening penyakit jantung bawaan dengan melakukan pemeriksaan lanjutan di sekolah-sekolah daerah lain. Perluasan ini diharapkan menjangkau lebih banyak anak agar kelainan jantung dapat terdeteksi sejak dini,” ujar Dr. Rissa.

Selain pemeriksaan jantung, para siswa juga mendapatkan konseling gizi untuk menentukan menu makanan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Edukasi gizi tersebut diharapkan membantu orang tua memenuhi kebutuhan nutrisi anak melalui pola makan sehat dan seimbang.

Siswa yang terindikasi mengalami penyakit jantung bawaan akan mendapatkan surat rekomendasi pemeriksaan lanjutan dari pihak rumah sakit. Pemeriksaan lanjutan dilakukan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita guna memastikan diagnosis serta menentukan penanganan medis.

“Jika ditemukan penyakit jantung bawaan, kami akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Langkah ini dilakukan agar anak mendapatkan pemeriksaan lebih mendalam serta penanganan medis sesuai kondisi jantungnya,” kata Rissa menutup.

Screening berbasis sekolah diharapkan mempercepat deteksi penyakit jantung bawaan pada anak sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih dini. Upaya ini juga membuka akses pemeriksaan lanjutan bagi siswa yang terindikasi mengalami kelainan jantung sejak usia dini.