RRI.CO.ID, Jakarta – Yamaha memutuskan absen dari Grand Prix Qatar 2026 akibat situasi geopolitik Timur Tengah yang belum menentu. Keputusan tersebut membuat dua tim Yamaha dipastikan tidak mengikuti balapan di Sirkuit Lusail, Doha, pada 6–8 November 2026.

Pabrikan Jepang itu menarik tim pabrikan Yamaha dan tim satelit Pramac dari seri ke-20 MotoGP 2026. Yamaha menilai situasi keamanan saat ini belum memungkinkan perusahaan mencabut pembatasan perjalanan karyawannya.

Kebijakan tersebut mengacu pada klausul internal perusahaan yang melarang karyawan bepergian ke wilayah terdampak perang. Yamaha menerapkan aturan itu setelah upaya terakhir para pembalap dan tim membatalkan Grand Prix Qatar gagal.

MotoGP tetap berencana menggelar balapan tersebut setelah Wakil CEO Carlos Ezpeleta mengunjungi Qatar pada Kamis, 29 Oktober 2026. Ia bertemu langsung dengan pihak berwenang yang memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh personel paddock.

Namun, kondisi kawasan Timur Tengah masih sulit diprediksi, terutama menjelang pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Sejumlah negara juga telah mengimbau warganya agar tidak bepergian ke Qatar.

Dalam pernyataan resminya, Yamaha menjelaskan keputusan tersebut berdasarkan penilaian terbaru terhadap situasi keamanan kawasan. “Yamaha belum menemukan alasan yang cukup untuk mengubah pembatasan perjalanan perusahaan yang berlaku saat ini,” ujar pernyataan Yamaha.

Yamaha juga menegaskan keputusan tersebut tidak berkaitan dengan langkah-langkah keselamatan yang diterapkan MotoGP dan penyelenggara. “Yamaha tetap berkomitmen penuh terhadap MotoGP dan menantikan kesempatan kembali berkompetisi pada Grand Prix Portugal,” ujar Yamaha dalam pernyataan resmi, Minggu, 1 November 2026.

Absennya Yamaha dari Qatar membuat empat pembalapnya dipastikan tidak akan tampil di Doha. Mereka di antaranya Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, dan Augusto Fernandez yang menggantikan Toprak Razgatlıoğlu.

MotoGP menyayangkan keputusan Yamaha absen dari Grand Prix Qatar, meski memahami kebijakan perusahaan yang membatasi perjalanan ke Timur Tengah. MotoGP menilai keputusan tersebut tidak mencerminkan berbagai jaminan keselamatan yang telah diberikan kepada seluruh pemangku kepentingan kejuaraan.

MotoGP juga menyebut telah berkonsultasi dengan pemerintah Qatar, Sirkuit Lusail, penasihat keselamatan independen, serta melakukan penilaian risiko berkelanjutan. Mereka juga menyatakan telah menyampaikan informasi terbaru kepada seluruh pabrikan dan tim pada Minggu.

“Kami telah menyampaikan posisi tersebut beserta informasi terbaru yang tersedia kepada seluruh pabrikan dan tim. Kami menyambut konfirmasi tim-tim lainnya untuk tetap berlaga di Qatar dan berterima kasih atas komitmen mereka,” ujar pernyataan resmi MotoGP.

Keputusan Yamaha memperuncing perselisihan dengan MotoGP, yang sebelumnya mengingatkan tim mengenai kewajiban kontraktual mengikuti seluruh seri. Para pembalap berpotensi menghadapi sanksi olahraga atau finansial jika melewatkan balapan Qatar.

Sanksi tersebut dapat mencakup larangan mengikuti balapan berikutnya di Portugal dan Valencia. MotoGP menyatakan konsekuensi olahraga atas ketidakhadiran Yamaha akan ditangani FIM sesuai regulasi kejuaraan.

“Selain berdampak pada kewajiban kontraktual Yamaha dalam perjanjiannya dengan MotoGP dan IRTA, keputusan untuk tidak berpartisipasi juga memiliki konsekuensi olahraga. Penanganan sanksi olahraga tersebut akan menjadi kewenangan FIM sesuai dengan regulasi kejuaraan,” ujar penyelenggara MotoGP dalam keterangan resminya.

[bacajuga=1;title="Marc Marquez Menang di MotoGP Malaysia, Gelar Juara Dunia Semakin Dekat";sumber="berita"]