RRI.CO.ID, Jakarta - Barbados berhasil menghilangkan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dari ibu ke anak sebagai masalah kesehatan masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pencapaian tersebut setelah Barbados memenuhi target global.

WHO memberikan sertifikasi setelah penilaian independen memastikan Barbados memenuhi standar eliminasi penularan HIV dari ibu ke anak. Sepanjang 2022 hingga 2024, negara tersebut tidak melaporkan infeksi HIV baru akibat penularan dari ibu kepada bayi.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengapresiasi keberhasilan Barbados melindungi anak-anak dari HIV. Ia menilai Barbados menunjukkan penerapan cakupan kesehatan universal melalui layanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat.

“Saya mengucapkan selamat kepada Barbados karena telah melindungi generasi anak-anak dari HIV. Barbados telah menunjukkan bagaimana cakupan kesehatan universal dapat dipraktikkan,” katanya dikutip dari laman WHO, Senin, 2 November 2026.

[bacajuga=1;title="Tetapkan Krisis Nasional, Kasus HIV di Fiji Sampai 2.016 Kasus Sepanjang 2025";sumber="berita"]

Barbados bergabung dengan 26 negara dan wilayah yang diakui WHO atas pencegahan penularan HIV, sifilis, atau hepatitis B dari ibu ke anak. Sebanyak 15 diantaranya berada di kawasan Amerika, yang kini menjadi pelopor global dalam upaya tersebut.

Sejalan dengan itu, Direktur Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO), Jarbas Barbosa, mengatakan pencapaian tersebut memungkinkan bayi lahir tanpa HIV dan perempuan dengan HIV memperoleh perawatan. Menurutnya, keberhasilan itu sebagai momen membanggakan bagi Barbados dan upaya global mengakhiri AIDS pada anak.

“Hal tersebut dapat dicapai ketika perempuan dan anak-anak mengakses layanan kesehatan berkualitas tanpa hambatan. Kini, anak-anak dapat lahir tanpa infeksi, sementara perempuan dengan HIV memperoleh akses perawatan dan pengobatan yang dibutuhkan,” ujar Jarbas.

Data WHO menunjukkan sebanyak 98 persen ibu hamil di Barbados menerima layanan pemeriksaan kehamilan. Selain itu, 98 persen ibu hamil menjalani tes HIV selama periode penilaian.

Sementara itu, 98 persen ibu hamil dengan HIV menerima terapi antiretroviral. Pengobatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya mencegah penularan HIV kepada bayi.

[bacajuga=2;title="WHO: Sistem Kesehatan Yaman Mendekati Titik Kritis akibat Eskalasi Konflik";sumber="berita"]

Barbados menyediakan layanan kesehatan melalui jaringan klinik dan rumah sakit pemerintah. Rumah Sakit Queen Elizabeth menangani sekitar 93 persen persalinan di negara tersebut.

Pemerintah Barbados juga memberikan tes HIV dan pengobatan gratis kepada seluruh ibu hamil, termasuk warga negara asing. Bayi yang terpapar HIV juga memperoleh pemeriksaan dini dan pemantauan lanjutan.

WHO menyebut keberhasilan tersebut berasal dari kolaborasi jangka panjang pemerintah Barbados, PAHO, dan mitra lainnya. Kerja sama itu memperkuat layanan HIV, pemantauan kasus, serta kualitas pelayanan kesehatan.

Pemeriksaan HIV di Barbados berlangsung secara sukarela dan menjaga kerahasiaan pasien. Penilaian WHO juga tidak menemukan bukti praktik kesehatan reproduksi koersif terhadap perempuan dengan HIV. (Reporter: Davina Keisha Salsabila)