RRI.CO.ID, Jakarta - Boeing 737 MAX 10 resmi memperoleh sertifikasi tipe dari Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA). Pesawat tersebut merupakan varian terbesar dalam keluarga 737 MAX.

Mengutip flightradar24, Selasa, 3 November 2026, sertifikasi ini membuka jalan bagi Boeing untuk memulai pengiriman kepada sejumlah maskapai. Persetujuan ini diperoleh lebih dari lima tahun setelah pesawat menjalani penerbangan perdananya.

Sertifikasi ini sekaligus melengkapi persetujuan untuk empat varian utama keluarga 737 MAX. Sebelumnya, FAA telah mensertifikasi 737-8 pada 2017, 737-9 pada 2018, serta 737-7 pada Agustus 2026.

Boeing menyatakan pengiriman 737-10 akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang. FAA menyebut sertifikasi diberikan setelah pesawat dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan desain dan keselamatan yang berlaku.

Sebelum memberikan persetujuan, regulator juga mewajibkan Boeing memperbarui sistem kendali penerbangan. Hal ini termasuk meningkatkan kemampuan sensor angle of attack atau sudut serang pesawat.

[bacajuga=1;title="Fakta-fakta Learjet 60, Jet Pribadi yang Jatuh di Florida saat menuju Bahama";sumber="berita"]

Peningkatan sistem ini menjadi bagian penting dalam proses sertifikasi Boeing 737 MAX 10. Kesalahan pembacaan sensor sudut serang sebelumnya berperan dalam rangkaian dua kecelakaan fatal Boeing 737 MAX pada 2018 dan 2019.

Untuk mengantisipasi masalah serupa, Boeing mengembangkan sistem pemantauan sensor yang lebih baik. Sistem tersebut dilengkapi perangkat lunak untuk mendeteksi pembacaan yang tidak sesuai dengan kondisi penerbangan.

Jika ditemukan kesalahan, sistem dapat mencegah informasi tersebut diteruskan ke perangkat lain. Pilot juga akan menerima peringatan untuk mengetahui sensor yang mengalami gangguan.

Perubahan keselamatan lainnya mencakup tombol untuk menonaktifkan peringatan stick shaker yang keliru serta pembaruan engine anti-ice. Proses sertifikasi Boeing 737-10 didukung pengujian intensif yang mencakup 976 penerbangan.

[bacajuga=2;title="Kecelakaan Pesawat Jet di Florida, Ini Kronologinya";sumber="berita"]

Pengujiannya mencakup total lebih dari 2.060 jam terbang, serta sekitar 1.040 jam pengujian di darat. Tiga pesawat digunakan untuk menguji sistem roda pendaratan, pengereman di landasan basah, dan sistem keselamatan terbaru.

Maskapai WestJet dari Kanada dijadwalkan menjadi operator pertama Boeing 737-10. Maskapai lain yang telah memesan antara lain United Airlines, Delta Air Lines, American Airlines, Ryanair, dan Alaska Airlines.

Boeing 737-10 menawarkan kapasitas penumpang lebih besar dengan tetap menggunakan konfigurasi pesawat lorong tunggal yang sudah dikenal maskapai. Adapun, pengiriman kepada maskapai diperkirakan mulai berlangsung pada awal 2027.