RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian PU menyalurkan 12.000 liter air bersih bagi warga terdampak banjir Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Bantuan tersebut disalurkan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatra Barat menggunakan dua mobil tangki air.
Sebelumnya, banjir melanda Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, pada Senin, 2 November 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan aliran sungai di samping Masjid Surau Gadang Haji Miskin meluap.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi bagian penting dalam penanganan dampak bencana. Ia menegaskan, bantuan harus diberikan secara cepat dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
“Kami tidak ingin masyarakat harus menunggu sampai kondisi semakin sulit untuk mendapatkan air. Penanganan di lapangan harus cepat, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Minggu, 8 November 2026.
Selain menyalurkan air bersih, tim tanggap darurat BPBPK Sumatra Barat turut membantu membersihkan rumah warga. Pembersihan dilakukan untuk mengangkat material lumpur dan sampah yang terbawa banjir dari lingkungan permukiman.
[bacajuga=2;title="Kementerian PU Salurkan 104 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Samarinda";sumber="berita"]
[bacajuga=1;title="Penanganan Banjir di Pidie Jaya Diperkuat melalui Rehab Rekon";sumber="berita"]
Berdasarkan pemantauan BPBPK Sumatera Barat, banjir berdampak terhadap 15 unit rumah di Nagari Pandai Sikek. Sebanyak 12 rumah mengalami genangan pada bagian dapur dan teras, sedangkan tiga lainnya terendam hingga sekitar 0,8 meter.
Bencana tersebut juga berdampak terhadap 15 kepala keluarga (KK) yang sementara mengungsi di Masjid Surau Gadang Haji Miskin. Saat tim tanggap darurat tiba, air telah surut dan warga mulai membersihkan lingkungan permukiman.
Kepala BPBPK Sumatra Barat Maria Doeni Isa mengatakan, dukungan pascabencana diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Ia menyebut upaya tersebut sekaligus mempercepat pemulihan lingkungan permukiman agar kembali bersih dan layak dihuni.
“Selain menyalurkan 12.000 liter air bersih, Tim Tanggap Darurat BPBPK Sumatra Barat juga turut membantu membersihkan rumah warga. Material lumpur dan sampah yang terbawa banjir dibersihkan, agar lingkungan tempat tinggal masyarakat segera kembali bersih dan layak dihuni,” ucap Maria.
Dalam penanganan di lapangan, BPBPK Sumatra Barat berkoordinasi dengan Polsek X Koto dan Wali Nagari Pandai Sikek. Koordinasi dilakukan untuk memperoleh informasi kondisi terkini sekaligus memastikan lokasi-lokasi terdampak banjir.
Berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan air bersih masyarakat secara umum masih aman dan terkendali. Layanan air bersih melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) juga masih berfungsi dengan baik.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus hadir mendukung penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur serta lingkungan permukiman masyarakat. Melalui koordinasi dan respons cepat di lapangan, diharapkan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi dan aktivitas masyarakat segera pulih kembali.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.