RRI.CO.ID, Jakarta — BPBD DKI Jakarta memetakan sejumlah wilayah rawan banjir menjelang musim hujan 2026-2027. Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti arahan BNPB. Koordinasi dengan BMKG dan instansi terkait juga diperkuat untuk mengantisipasi potensi banjir.
"Pertama melalui penguatan pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana dengan peningkatan kesiapan personel. Kemudian optimalisasi sarana terhadap penanggulangan bencana," ujar Marulitua dalam wawancara bersama PRO 3 RRI, Selasa, 3 November 2026.
[bacajuga=1;title="BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Ekstrem pada 3–9 November 2026";sumber="berita"]
BPBD DKI Jakarta memantau curah hujan, tinggi muka air, serta kondisi pintu air. Pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan BMKG, Dinas Sumber Daya Air, dan Pushidrosal.
Berdasarkan catatan kejadian sebelumnya, sejumlah wilayah menjadi perhatian utama. Lokasinya meliputi Rawajati, Kalibata, Mampang, Balekambang, Cililitan, Kampung Melayu, Kalibaru, Cilincing, dan Muara Angke, Cengkareng, dan Jakarta Barat.
"Daerah-daerah yang menjadi perhatian kita ada di Jakarta Selatan seperti Rawajati, Kalibata, kemudian di Mampang. Jakarta Timur ada di Balekambang, Cililitan, Kampung Melayu," kata Marulitua.
Untuk mengurangi risiko banjir, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air. Penanganan mencakup pembenahan infrastruktur, normalisasi kali, dan perbaikan saluran air.
Waduk, embung, serta rumah pompa turut dioptimalkan untuk mengendalikan genangan. Tak hanya itu, BPBD juga menyiapkan pompa bergerak guna mempercepat penurunan genangan di sejumlah lokasi.
"Rumah-rumah pompa itu sudah akan diaktifkan, bilamana terjadi peningkatan curah hujan di wilayah DKI Jakarta. Termasuk juga pompa-pompa mobile yang akan dikerahkan untuk mempercepat penurunan genangan," ujarnya.
Dalam menghadapi hujan ekstrem, BPBD mengandalkan informasi dini untuk menentukan langkah penanganan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan bersama BMKG adalah operasi modifikasi cuaca.
[bacajuga=2;title="BNPB Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor saat Musim Hujan";sumber="berita"]
BPBD juga menyiapkan informasi peringatan dini dan lokasi penampungan bagi masyarakat terdampak. Penyampaian peringatan dilakukan melalui sistem peringatan dini, SMS blast, dan media televisi.
"Pertama penting sekali kami memperoleh data atau informasi dini, berkoordinasi dengan BMKG. Supaya kami bisa melakukan langkah-langkah seperti misalnya operasi modifikasi cuaca," kata Marulitua.
Selain kesiapan teknis, BPBD mengoptimalkan peran masyarakat dalam menghadapi potensi banjir. Lurah, RT, RW, dan Dasawisma dilibatkan untuk membantu mengidentifikasi kelompok rentan.
Marulitua mengimbau warga mengikuti informasi resmi BPBD dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Masyarakat juga dapat menghubungi layanan darurat Jakarta Siaga 112 untuk kebutuhan terkait kebencanaan. (Rahmania Ulfah)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.