RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, akan memberikan kemudahan investasi bagi perusahaan di Kabupaten Bekasi. Terutama bagi perusahaan yang rajin menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, pemerintah daerah ingin menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui pelayanan perizinan yang lebih mudah dan cepat. Di sisi lain, perusahaan diharapkan turut memberikan kontribusi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

“Jadi kita saling menguntungkan. Perusahaan berinvestasi di Kabupaten Bekasi, tentu pemerintah daerah juga harus memberikan kemudahan,” katanya, saat menghadiri sosialisasi Musrenbang CSR 2026 di Kabupaten Bekasi, Kamis, 5 November 2026.

Pihaknya mengatakan, proses perizinan yang berlarut-larut dapat menghambat masuknya investasi dan berdampak pada terbatasnya peluang kerja. Karena itu, ia meminta perangkat daerah terkait memberikan pelayanan yang lebih responsif kepada para pelaku usaha.

“Saya tidak mau perizinan sampai dua tahun, Kalau ada kendala, komunikasikan dengan saya atau PTSP. Kita ingin investasi di Kabupaten Bekasi berjalan dengan baik,” katanya.

Asep menginginkan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di Kabupaten Bekasi dapat memprioritaskan penyaluran CSR untuk kebutuhan masyarakat setempat. Mengingat aktivitas industri turut memanfaatkan berbagai fasilitas daerah seperti infrastruktur jalan, sehingga kontribusi perusahaan dapat dirasakan langsung oleh lingkungan sekitarnya.

Ia juga kolaborasi pemerintah dan perusahaan perlu diarahkan pada sejumlah program prioritas daerah. Yakni meliputi infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta pengurangan angka pengangguran.

"Ia berharap kontribusi CSR dapat diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat. Dan tentunya agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Bekasi," katanya.

Selain melalui program CSR, ia juga mendorong perusahaan untuk memperluas akses kesempatan kerja. Terutama bagi warga Kabupaten Bekasi.

"Pemerintah daerah akan terus melakukan pendekatan ke kawasan-kawasan industri. Sekaligus merencanakan pelayanan dasar dan fasilitasi informasi lowongan kerja di tingkat kecamatan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron Hanas turut mendukung upaya tersebut. Menurutnya, sudah selayaknya masyarakat Kabupaten Bekasi turut merasakan manfaat dari aktivitas industri yang berkembang di wilayahnya, termasuk melalui program CSR perusahaan.

"Biaya pembangunan di Kabupaten Bekasi juga besar. Karena itu, mari kita berkolaborasi agar CSR dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kita," katanya.

Pihaknya juga menegaskan, DPRD Kabupaten Bekasi siap mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif. Salah satunya dengan membuka ruang untuk revisi atau penyesuaian terhadap regulasi daerah jika ada regulasi yang menghambat investasi.

"DPRD terbuka untuk membahas perubahan regulasi sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Terutama jika ada regulasi yang menghambat investasi," ujarnya.