Dahulu, puluhan gajah sumatera datang untuk berendam di rawa Danau Deduhuk, lalu melanjutkan perjalanan melintasi pegunungan. Kini, kunjungan itu tinggal dalam ingatan warga Dusun Rantau Dedap, Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Menurut warga, kawanan tersebut tidak lagi terlihat selama sekitar dua dekade. “Kami tidak paham mengapa bujang besak itu tidak pernah lagi muncul, padahal kami tidak pernah berkonflik,” kata Zali. Sebutan bujang besak, yang berarti anak laki-laki besar, mencerminkan kedekatan masyarakat Semende dengan satwa yang mereka hormati sebagai sesama penghuni hutan. Danau Deduhuk berada di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut, dalam bentang perbukitan Gunung Patah. Menurut penuturan Zali, dahulu gajah mengunjunginya dua kali setahun. Kawanan datang dari arah Gunung Patah menuju Isau-Isau, kemudian kembali melintas beberapa bulan berikutnya. Di rawa yang disebut Danah Tiga Panggung, mereka berdiam dan berendam. Ingatan tentang perjalanan tersebut menunjukkan bahwa danau merupakan bagian dari ruang jelajah gajah, bersama rawa Pama dan Danau Gerak di wilayah Semende. Kini, jalur yang pernah dilalui kawanan itu menyisakan pertanyaan tentang keberadaan mereka. Bagi masyarakat Semende, jejak gajah juga menyimpan pengetahuan tentang hutan. Secara turun-temurun, warga mengenalnya sebagai petunjuk jalur, sumber air, dan tumbuhan pangan. Zali mengatakan masyarakatnya tidak memiliki tradisi memburu atau membunuh gajah. “Mereka adalah dulur yang sama-sama hidup memanfaatkan hasil hutan.” Ahmad Juraidi, warga tepian danau, menyampaikan cerita serupa dari kakeknya: kawanan gajah pernah singgah selama beberapa hari tanpa mengganggu kebun dan pondok warga. Kesaksian tersebut merekam pengalaman hidup berdampingan yang masih dijaga dalam ingatan keluarga. Namun, keberadaan gajah di kawasan…This article was originally published on Mongabay
Nasional
Danau Deduhuk dan Jalur Gajah Sumatera yang Hilang
Dahulu, puluhan gajah sumatera datang untuk berendam di rawa Danau Deduhuk, lalu melanjutkan perjalanan melintasi pegunungan. Kini, kunjungan itu tinggal dalam ingatan warga Dusun Rantau Dedap, Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumat
Disarikan dari Mongabay Indonesia Baca laporan asli di sumbernya untuk konteks lengkap.
Buka sumber
Sumber
Kunjungi mongabay.co.id
Sumber Berita Mongabay Indonesia
Kami menyajikan ringkasan dan konteks tambahan. Kunjungi situs asli untuk membaca laporan secara utuh di tab baru.
Ruang diskusi
Komentar 0
Diskusi terbuka untuk anggota. Jaga kesopanan, hindari ujaran kebencian, dan sertakan konteks.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.