RRI.CO.ID, Jakarta – Persaingan internal Ferrari kembali memanas usai Grand Prix Meksiko 2026. Lewis Hamilton menilai timnya memiliki kecepatan untuk mengamankan posisi pertama dan kedua, tetapi insiden lap pembuka mengubah jalannya balapan.
Hamilton memulai balapan dari pole position di Sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez pada Senin, 2 November 2026. Leclerc, yang start dari posisi ketiga, berhasil melewati George Russell dan menempati urutan kedua.
Persaingan kedua pembalap Ferrari memanas saat memasuki Tikungan 4 lap pembuka. Keduanya melebar ketika berebut jalur, sehingga Leclerc memotong jalan dengan melintasi area rumput dan mengambil alih posisi terdepan.
Hamilton kembali ke lintasan melalui jalur yang tersedia, tetapi kehilangan momentum. Situasi tersebut dimanfaatkan Max Verstappen dari Red Bull untuk melewati pembalap Inggris itu dan merebut posisi kedua.
Steward kemudian menjatuhkan penalti lima detik kepada Leclerc yang mengambil keuntungan posisi dengan melewati area luar lintasan. Namun, hukuman itu tidak langsung diberikan karena Hamilton juga sempat keluar lintasan.
Leclerc kemudian kehilangan posisi terdepan setelah menjalani penalti saat pit stop. Sementara itu, Hamilton naik ke posisi kedua setelah balapan dilanjutkan menyusul penghentian akibat bendera merah.
Hamilton akhirnya finis kedua di belakang Verstappen, sedangkan Leclerc menempati posisi keempat. Hamilton menilai persaingan internal tersebut membuat Ferrari kehilangan kesempatan meraih kemenangan sekaligus mengunci podium satu-dua.
Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, usai balapan di Sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez pada Senin, 2 November 2026 (Foto: formula1.com)
“Pada akhirnya, insiden itulah yang membuat kami kehilangan kemenangan hari ini. Saya rasa, kami benar-benar perlu melakukan pembicaraan serius secara internal,” ujar Hamilton seusai balapan, dikutip dari formula1.com.
Hamilton mengingatkan bahwa setiap keputusan pembalap turut memengaruhi seluruh anggota tim. Menurutnya, kerja sama menjadi bagian penting dari tanggung jawab setiap pembalap Ferrari.
Tim berjuluk ‘Kuda Jingkrak’ itu saat ini duduk di posisi kedua klasemen konstruktor 2026 dengan 504 poin. Meski sudah tidak memiliki peluang juara, mereka masih harus mempertahankan posisi peringkat kedua dari kejaran Red Bull.
Sementara itu, Kepala Tim Ferrari, Fred Vasseur, turut mengungkapkan kekecewaannya terhadap insiden tersebut. Ia menilai kedua pembalap seharusnya mempertimbangkan kepentingan tim, bukan hanya persaingan pribadi.
“Ketika kami sudah berada di posisi pertama dan kedua pada Tikungan 4, sulit membayangkan kami tidak memenangkan balapan. Saya rasa kekecewaan ini juga dirasakan oleh 2.000 orang yang bekerja dalam proyek tim ini,” kata Vasseur.
Vasseur tidak menjelaskan secara rinci terkait protokol sebelum balapan antara kedua pembalap. “Bagi saya, ini semata-mata persoalan rasa hormat,” ujarnya.
“Menurut saya, inilah makna sebenarnya dari rasa hormat. Mereka tidak bekerja untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk sebuah tim,” kata Vasseur.
Meski kecewa, Vasseur mengakui performa Ferrari mengalami peningkatan dalam beberapa balapan terakhir. Ia berharap tim segera mengevaluasi insiden tersebut sebelum menghadapi Grand Prix Sao Paulo pada 6 – 9 November 2026.
[bacajuga=1;title="Kimi Antonelli Juara Dunia F1 2026, Verstappen Menang di Meksiko";sumber="berita"]
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.