RRI.CO.ID, Jakarta - Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Akhmad Akbar Susamto, menilai pembagian peran antara APBN dan Danantara perlu disesuaikan dengan fungsi masing-masing. APBN berfokus pada pembiayaan program prioritas dan pelayanan publik, sedangkan Danantara mengelola investasi yang berorientasi pada keuntungan.

Meski demikian, Akhmad mengingatkan agar investasi Danantara tidak menggantikan peran pelaku usaha swasta. Menurutnya, keterlibatan Danantara seharusnya membuka peluang dan mendorong perusahaan swasta untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek.

“Jangan sampai terjadi yang namanya crowding out. Maksudnya ada usaha-usaha yang sebelumnya dimainkan oleh swasta, tapi kemudian gara-gara Danantara masuk, swasta jadi pergi,” ujar Akhmad dalam dialog bersama Pro3 RRI, Senin, 2 November 2026.

Ia menegaskan, investasi Danantara perlu menciptakan efek berganda dengan menarik lebih banyak perusahaan swasta. Sehingga bukan justru menggeser keberadaan mereka.

Akhmad juga menekankan, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya dana yang dikucurkan. Penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga perlu menjadi indikator utama.

Menurutnya, jumlah pengangguran di Indonesia masih lebih dari tujuh juta orang. Karena itu, investasi perlu diarahkan pada kegiatan produktif yang mampu membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Aditya Laksamana Yudha, menjelaskan APBN difokuskan untuk mendukung program prioritas dan pelayanan publik. Adapun Danantara diarahkan untuk mempercepat investasi, hilirisasi, penciptaan nilai tambah, serta pembukaan lapangan kerja.

Aditya menyebut, sebanyak 26 proyek hilirisasi dengan nilai investasi Rp225 triliun diproyeksikan mampu menyerap sekitar 37 ribu tenaga kerja. Menurutnya, Danantara juga berperan sebagai katalis untuk menarik investasi swasta dalam berbagai proyek strategis.

“Misalnya kita lihat proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL), di dalamnya Danantara mengambil peran tetapi tidak sendiri. Dia bermitra dengan perusahaan-perusahaan swasta, investor swasta, bahkan dari luar negeri,” ujar Aditya.