RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, tidak menunjukkan dukungan terhadap Zionisme. Pernyataan tersebut disampaikan Fadli menanggapi polemik dan penolakan sejumlah pihak terhadap konser Bocelli di Indonesia.
Fadli menegaskan, sikap Indonesia terhadap Palestina tetap konsisten. Yaitu, menolak penjajahan, menentang Zionisme, serta mendukung kemerdekaan Palestina.
“Saya kira posisi Indonesia itu jelas, kita ini anti terhadap penjajahan, anti-Zionisme, dan saya kira kita sangat mendukung negara Palestina merdeka. Serta, kita kira gak ada yang berubah dari sikap itu,” ujar Fadli dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Minggu, 1 November 2026.
Fadli juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi. Menurutnya, informasi tidak akurat, termasuk hoaks, berpotensi memperkeruh polemik di tengah masyarakat.
Fadli mengatakan, berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari pihak promotor. Terdapat komitmen kepedulian terhadap anak-anak korban perang dan tragedi kemanusiaan, termasuk anak-anak Palestina.
“Belum tentu akurat gitu ya, apalagi hoaks. Sangat mudah sekali tersebar dari informasi yang gak benar," katanya.
"Saya kira informasi ini harus kita dudukkan dahulu, dan kalau dari penjelasan (promotor) sejauh ini. Pihak yayasannya itu mengatakan mereka juga mendukung kepada anak-anak yang jadi korban perang dan kemanusiaan termasuk anak-anak Palestina,” ujarnya.
Fadli kembali menegaskan, sejauh informasi yang diterimanya, tidak terdapat dukungan terhadap Zionisme dari pihak Andrea Bocelli. "Setahu saya tidak ada dukungan terhadap Zionisme dari pihak Andrea Bocelli," ujarnya.
[bacajuga=1;title="Legislator: Konser Andrea Bocelli Buka Peluang Promosi Borobudur ke Dunia";sumber="berita"]
Pernyataan Fadli disampaikan dalam rangkaian konser Romanza 30th Anniversary World Tour yang menghadirkan Andrea Bocelli di Indonesia. Konser pertama berlangsung di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu 31 Oktober 2026.
Selain menghadirkan pertunjukan musik klasik, konser tersebut juga membawa pesan perdamaian. Serta, solidaritas bagi masyarakat terdampak konflik, khususnya anak-anak Palestina.
Promotor Shoemaker Live menginisiasi penggalangan dana dengan target penyaluran 100.000 pasang sepatu. Penggalangan dana ditujukan bagi anak-anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak konflik.
Founder Shoemaker Live Prajna Murdaya mengatakan konser Andrea Bocelli memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertunjukan musik. Menurutnya, pesan perdamaian dan persatuan menjadi salah satu nilai yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut.
“Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan,” ujar Prajna.
[bacajuga=2;title="Menbud Fadli Buka Suara soal Polemik Konser Andrea Bocelli di Borobudur";sumber="berita"]
Menurut Prajna, Andrea Bocelli juga ingin menyampaikan harapan akan perdamaian bagi masyarakat yang masih terdampak konflik. Salah satu lagu dalam pertunjukan tersebut didedikasikan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Penampilan Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur disaksikan ribuan penonton dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Dengan membawakan sejumlah lagu dari album Romanza serta repertoar klasik dan crossover yang melambungkan namanya di panggung internasional.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.