RRI.CO.ID, Jakarta - Investasi hilirisasi yang didorong Danantara diproyeksikan menyerap sekitar 37 ribu tenaga kerja melalui 26 proyek senilai Rp225 triliun. Tenaga Ahli Bakom RI, Aditya Laksmana Yuda mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan investasi tersebut untuk memperluas lapangan kerja.
Ia mengatakan, hilirisasi menjadi salah satu fokus investasi Danantara. “Setidaknya itu bisa kita lihat dari proyek hilirisasi tahun ini itu ada 26 proyek senilai Rp225 triliun,” kata Aditya saat berbincang dengan dialog Pro3 RRI, Senin, 2 November 2026.
Ia menjelaskan, proyek-proyek tersebut diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar. “Karena kalau kita juga melihat dari 26 proyek senilai 225 triliun itu diproyeksikan ada estimasi sekitar 37.000 penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.
[bacajuga=2;title="Dua Tahun Presiden Prabowo: Hilirisasi Jatim Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional";sumber="berita"]
Aditya juga mengungkapkan realisasi investasi pada proyek hilirisasi mencapai Rp480 triliun selama periode Januari hingga September 2026. Angka tersebut merupakan bagian dari total investasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp1.539 triliun dalam periode yang sama.
“Catatan dari Kementerian Investasi, sampai Januari hingga kuartal 3 periode Januari sampai dengan September kemarin itu. Realisasi investasi di proyek hilirisasi mencapai 480 triliun dari total 1.539 triliun total investasi yang masuk selama 9 bulan pertama,” ucap Aditya.
Menurutnya, proyek hilirisasi tersebut lebih banyak didorong oleh BUMN yang berada di bawah pengelolaan Danantara. Investasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memberikan manfaat melalui penciptaan lapangan kerja.
[bacajuga=2;title="Dua Tahun Presiden Prabowo: Hilirisasi Jatim Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional";sumber="berita"]
Ia menjelaskan, penyerapan tenaga kerja akan memberikan dampak lanjutan terhadap pendapatan rumah tangga. Masyarakat yang memperoleh pekerjaan dan pendapatan tetap diharapkan memiliki daya beli lebih baik.
“Dengan penciptaan lapangan kerja ini dengan sendirinya masyarakat memperoleh pendapatan tetap. Kemudian dengan pendapatan tetap itu diharapkan mereka memiliki daya beli,” katanya.
[bacajuga=1;title="Danantara Buka Peluang Mitra Strategis, MIND ID Perkuat Hilirisasi Nikel";sumber="berita"]
“Dengan sendirinya akan membantu mengurangi angka kemiskinan kita,” ujar Aditya, manambahkan. Ketika masyarakat memiliki penghasilan sendiri, Aditya mengatakan ketergantungan terhadap program perlindungan sosial diharapkan berkurang secara bertahap.
Ia menambahkan strategi investasi melalui Danantara menjadi pelengkap kebijakan APBN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. APBN dapat lebih difokuskan untuk membiayai program prioritas pemerintah, pelayanan publik, dan perlindungan kelompok rentan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.