RRI.CO.ID, Jakarta – Ricky Nelson menghadapi pengalaman baru setelah dipercaya menangani Persija Jakarta Women dalam kompetisi Indonesia Women’s League 2026/27. Meski berpengalaman di sepak bola nasional, pelatih tersebut pertama kali mendampingi klub putri dalam kompetisi resmi musim ini.

Sepanjang kariernya, Ricky pernah menjadi pelatih kepala, asisten pelatih, terlibat pengelolaan kompetisi, serta mengembangkan pemain usia muda nasional. Namun, menangani Persija Women menuntut pemahaman berbeda mengenai karakter permainan, kemampuan individu, dan dinamika persaingan sepak bola putri.

[bacajuga=1;title="Lisa Jacob Optimistis Persija Women Bangkit Bersama Ricky Nelson";sumber="berita"]

[bacajuga=2;title="Ricky Nelson Dipercaya Tangani Persija Women di IWL 2026/2";sumber="berita"]

Tantangan adaptasi semakin besar karena Ricky hanya memiliki sekitar lima hari untuk mempersiapkan tim sebelum menjalani pertandingan pertamanya. Ia mengaku perlu memahami perbedaan kualitas permainan putra dan putri, termasuk aspek taktik serta kondisi fisik para pemain.

“Saya baru kali ini menangani tim putri. Jadi, saya beradaptasi dengan melihat sejauh mana perbedaan level,” kata Ricky.

Setelah menjalani proses awal, Ricky mulai mengenali potensi skuad asuhannya. Sekaligus menentukan aspek permainan yang perlu segera diperbaiki bersama.

Ia menilai terdapat perbedaan signifikan, tetapi kondisi tersebut tidak boleh menghambat perkembangan dan peningkatan kualitas permainan Persija Women. “Perbedaan itu bukan alasan bagi kami untuk tidak bisa berkembang,” ucap Ricky.

Menurutnya, beberapa kemampuan dapat segera diterapkan, sedangkan aspek lain membutuhkan kesabaran serta proses latihan berkelanjutan bersama seluruh pemain. Ricky juga menempatkan komunikasi sebagai prioritas karena setiap pemain memiliki karakter, kebutuhan serta cara pendekatan yang tidak sama.

Karena itu, ia memilih pendekatan humanis dengan lebih banyak mendengarkan pemain serta memahami keinginan mereka ketika berada di lapangan. “Saya ingin lebih banyak mendengarkan mereka dan memahami bagaimana keinginan mereka dalam bermain,” ujar Ricky mengenai pendekatan tersebut.

Selain berdialog, Ricky kembali menyaksikan pertandingan sepak bola putri untuk mempelajari karakter permainan sekaligus mencari solusi bersama pemain. Ia berharap komunikasi terbuka membantu tim menemukan jawaban atas berbagai persoalan sekaligus membangun kekuatan untuk memenangkan pertandingan nanti.