RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memperpanjang penyaluran bantuan pangan beras selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember 2026. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus memastikan kebutuhan pangan rumah tangga tetap terpenuhi.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menyalurkan bantuan pangan beras secara simbolis di Kantor Lurah Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatra Barat, Selasa 3 November 2026. Ia mengatakan, masyarakat kategori desil 1 hingga desil 4 yang kehabisan persediaan beras dan belum mendapatkan jadwal penyaluran dapat mengambil bantuan langsung ke kantor Bulog terdekat.

"Jadi bagi masyarakat kategori desil 1 hingga desil 4 yang persediaan beras di rumahnya sudah habis namun belum mendapatkan jadwal pembagian. Kalau mendesak langsung saja jemput ke kantor Bulog terdekat," kata Zulkifli.

[bacajuga=1;title="Polisi Ungkap Dugaan Pengemasan Ulang 20 Ton Beras SPHP di Pasuruan";sumber="berita"]

[bacajuga=2;title="Desil 1-4 Dapat Bantuan Beras 30 Kg Oktober–Desember 2026, Begini Cara Cek lewat NIK";sumber="berita"]

[bacajuga=3;title="BULOG Bentuk Satgas Khusus Awasi Distribusi Beras";sumber="berita"]

Ia menjelaskan, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) memperoleh bantuan 10 kilogram beras per bulan. Namun, untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026, bantuan diberikan sekaligus sebanyak 30 kilogram.

Menurutnya, skema penyaluran sekaligus tersebut dilakukan untuk menekan biaya distribusi. Sehingga bantuan dapat menjangkau lebih banyak keluarga penerima manfaat.

"Bantuan dilanjutkan untuk Oktober, November, Desember—tiga bulan diperpanjang. Masing-masing 10 kilo sebulan, dibagi rapel sekaligus 30 kilo. Kalau 10 kilo dikirim terpisah ongkosnya kemahalan, makanya sekaligus untuk 33,2 juta KK di Indonesia," ujarnya.

Di Sumatra Barat, bantuan pangan beras tersebut menyasar 648.991 KPM. Adapun total alokasinya mencapai 19.469 ton.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Barat Maruly Abraham merinci, khusus Kota Padang, bantuan dialokasikan kepada 74.700 penerima dengan total beras sebanyak 2.241 ton. Penyaluran juga menyasar kelompok pengemudi ojek online dan anak yatim.

Sementara itu, di Kecamatan Koto Tangah terdapat 15.000 penerima manfaat. Khusus Kelurahan Lubuk Buaya, bantuan dialokasikan untuk 1.132 penerima.

Sebanyak 218 di antaranya merupakan warga kategori desil 1 dengan total alokasi beras mencapai 6,5 ton. Penyaluran di Kelurahan Lubuk Buaya dilakukan secara simbolis.

Meski demikian, puluhan warga turut memadati lokasi untuk menyaksikan langsung kegiatan penyerahan bantuan tersebut. Untuk mendukung program bantuan pangan secara nasional, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp20 triliun.

Penyelesaian administrasi anggaran tersebut dikoordinasikan bersama Kementerian Keuangan.
Meski proses administrasi anggaran masih berjalan, Bulog diminta segera mendistribusikan beras kepada masyarakat tanpa harus menunggu seluruh proses pembayaran birokrasi selesai.

Langkah tersebut diharapkan mempercepat penyaluran bantuan. Sekaligus memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan pokok di tengah tekanan daya beli.