RRI.CO.ID, Merak – Kementerian Perhubungan memastikan pemeriksaan kelaiklautan kapal menjelang Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) dilakukan Marine Inspector. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya memastikan keselamatan pelayaran selama periode Nataru.

Sebelumnya, sejumlah instansi melakukan pemantauan kesiapan kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Jumat, 30 Oktober 2026. Pemantauan melibatkan KSOP Kelas I Banten, TNI AL Banten, Ditpolairud Polda Banten, PT ASDP Indonesia Ferry, dan Gapasdap Merak.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memantau sarana dan perlengkapan keselamatan KMP Eirene serta KMP Portlink III. Kedua kapal sedang bersandar di Pelabuhan Merak sebagai bagian dari persiapan pelayanan penyeberangan menjelang Nataru.

[bacajuga=1;title="Menhub Dudy Minta Armada dan Petugas Angkutan Nataru Pastikan Kesiapan Layanan";sumber="berita"]

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Samsuddin menyebut keterlibatan berbagai instansi sebagai bentuk sinergi dalam mendukung keselamatan pelayaran. Meski demikian, pemeriksaan dan pengujian kelaiklautan kapal tetap dilakukan Marine Inspector sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami menyambut baik perhatian dan keterlibatan berbagai instansi dalam memantau kesiapan keselamatan kapal menjelang Angkutan Nataru 2026/2027. Adapun pemeriksaan uji petik kelaiklautan kapal dilaksanakan oleh Marine Inspector sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang sudah kami tentukan,” ujar Samsuddin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Pemeriksaan kelaiklautan kapal dilakukan Marine Inspector yang memiliki kualifikasi dan keahlian bidang keselamatan kapal. Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 110 Tahun 2016 tentang Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal.

Ditjen Perhubungan Laut telah merencanakan pemeriksaan terhadap 2.140 kapal pada 1 hingga 30 November 2026. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai langkah pengawasan keselamatan sebelum kapal beroperasi melayani masyarakat selama Nataru.

“Pemeriksaan oleh Marine Inspector direncanakan terhadap 2.140 kapal yang terdiri atas 511 kapal penumpang, 63 kapal Ro-Ro jarak jauh. 460 kapal Ro-Ro penyeberangan, 162 kapal tradisional, 821 kapal wisata, dan 123 kapal cepat atau High Speed Craft (HSC),” ucap Samsuddin.

[bacajuga=2;title="Kemenhub Petakan Titik Rawan Bencana untuk Angkutan Nataru 2026-2027";sumber="berita"]

Untuk mendukung pemeriksaan, Ditjen Perhubungan Laut menyiapkan 1.132 personel Marine Inspector. Jumlah tersebut terdiri atas 568 Marine Inspector Tipe A dan 564 Marine Inspector Tipe B.

Ketersediaan personel tersebut diharapkan mendukung pelaksanaan pemeriksaan kelaiklautan kapal secara optimal menjelang Nataru. Pemeriksaan menjadi bagian dari persiapan armada sebelum beroperasi selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru.

Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut mengajak seluruh pihak mendukung persiapan keselamatan pelayaran. Dengan koordinasi lintas instansi dan pemeriksaan sesuai ketentuan, Angkutan Laut Nataru 2026/2027 diharapkan berlangsung aman, tertib, dan lancar.