RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) modern di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Fasilitas tersebut menjadi bagian proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 untuk memperkuat sanitasi perkotaan.

IPAL JSDP Zona 1 ini dibangun di atas lahan seluas 3,9 hektare dengan kapasitas pengolahan 240 ribu meter kubik per hari. Fasilitas tersebut direncanakan akan melayani sekitar 220 ribu sambungan rumah yang tersebar di delapan kecamatan.

Cakupan layanan tersebut meliputi wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Sistem pengelolaan air limbah ini mengintegrasikan jaringan perpipaan dengan fasilitas pengolahan terpusat di kawasan Pluit.

“Pembangunan sistem air limbah terpusat bukan hanya membangun pipa dan instalasi, tetapi menghadirkan peradaban baru. Infrastruktur sanitasi modern akan menjamin lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan layak huni bagi masyarakat,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 6 November 2026.

[bacajuga=1;title="AHY: IPAL Zona 1 Jadi Solusi Kurangi Ketergantungan Air Tanah Jakarta";sumber="berita"]

[bacajuga=2;title="Kawasan Industri Kabupaten Tangerang Banyak Tidak Miliki IPAL Terpadu";sumber="berita"]

Sementara itu, Kepala BPBPK Jakarta Metropolitan Reza Rizka Pratama menjelaskan, IPAL JSDP Zona 1 menggunakan teknologi pengolahan modern. Ia mengatakan teknologi tersebut meliputi A2O (Anaerobic-Anoxic-Oxic), Membrane Bio-Reactor (MBR), serta High-rate Filter.

“Penerapan teknologi tersebut memungkinkan proses pengolahan air limbah secara optimal. Termasuk menurunkan kandungan bahan organik, padatan tersuspensi, nitrogen, dan fosfor sebelum air hasil olahan dialirkan kembali ke lingkungan sesuai ketentuan,” ucap Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jakarta Metropolitan itu.

Selain fasilitas pengolahan, proyek JSDP Zona 1 juga mencakup pembangunan jaringan perpipaan air limbah sepanjang 74,4 kilometer. Pembangunannya menggunakan metode konstruksi yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan perkotaan padat.

Pembangunan fasilitas utama menggunakan metode Pneumatic Caisson, sedangkan pemasangan jaringan perpipaan menggunakan metode Pipe Jacking. Metode tersebut memungkinkan pemasangan pipa bawah tanah tanpa penggalian terbuka secara luas.

Penggunaan metode Pipe Jacking diharapkan meminimalkan dampak pekerjaan terhadap lalu lintas dan aktivitas masyarakat sekitar. Melalui proyek ini, Kementerian PU berupaya mengurangi beban pencemaran badan air sekaligus meningkatkan layanan sanitasi Jakarta.

Infrastruktur tersebut diharapkan menghadirkan layanan pengelolaan air limbah yang lebih aman bagi masyarakat. Pembangunan JSDP Zona 1 juga diharapkan mendukung terwujudnya Jakarta yang lebih sehat, layak huni, dan berkelanjutan.