RRI.CO.ID, Kota Bekasi - Kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi pada, Minggu, 1 November 2026 meninggalkan duka mendalam. Pasalnya akibat peristiwa tersebut para keluarga korban harus kehilangan orang yang mereka cintai.

Salah seorang keluraga korban, Dul Alim mengatakan, kecelakaan tersebut membuat dirinya harus kehilangan dua orang yang ia cintai sekaligus. Mereka adalah istri tercinta Habibah dan anak tercintanya Adhisa Raiqa Shafia yang masih berusia lima tahun.

Saat kecelakaan terjadi, istri dan anaknya tengah menghantarkan sanak famili mnunggu angkot atau bus di halte Jalan Cut Mutia. Ia tidak menyangka bahwa di lokasi tersebut istri dan anaknya mengalami kecelakaan.

[bacajuga=1;title="Kemenhub Sebut Truk Molen Kecelakaan di Bekasi Tak Jalani Uji KIR Selama Enam Tahun";sumber="berita"]

Menurutnya, saat sedang menunggu di halte, truk molen bernomor polisi B 9548 MV tiba-tiba menghantam para korban. Total ada 12 korban dengan 6 mengalami luka dan 6 meninggal dunia di mana salah satunya istri dan anaknya.

"Jadi mereka transit ke rumah, memang sudah janjian dari lama sih dia mau main ke rumah. Terus istri saya sama anak saya ikut menemani suadara-saduranya menunggu angkot di halte," katanya, kepada wartawan, Selasa, 3 November 2026.

Dul menceritakan, momen terakhir saat menemukan istrinya saat kecelakaan baru saja terjadi. Ia bercerita istrinya masih sadar pada saat pertama ditemukan sebelum akhirnya meninggal dunia.

"Ketika saya ketemu istri saya, istri saya masih sadar. Saya sempat tanya, Mama kenapa?. Terus, Dede di mana? Dia cuma guling-guling aja,” katanya.

Bahkan saat peristiwa kecelakaan terjadi, ia sempat membawa anaknya ke rumah sakit menggunakan sepeda motor. Namun nyawa sang anak tercinta tidak tertolong.

Bahkan saat ia bersama mobil ambulan menuju lokasi untuk menyelamatkan istrinya, istrinya pun tidak tertolong. Sang istri tercinta telah meninggal saat ia sampai di lokasi.

Ia juga bercerita, bahwa semua korban kecelakaan masih satu keluarga. Termasuk empat korban meninggal lainnya.

“Yang kemarin masih keluarga semua sih. Empat keluarga itu,” ujarnya.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Joko Sambodo menjelaskan, pihak Kepolisian telah menetapkan supir truk molen sebagai tersangka. Pihak Kepolisian juga memeriksa beberapa saksi dan mengumpulkan bukti-bukti untuk melengkapi berkas penyidikan.

"Untuk perkembangannya, sopir sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan nanti akan kita lakukan penahanan. Kita akan melengkapi berkas-berkas yang ada, memanggil beberapa saksi ahli untuk nanti kita lengkapi berkas penyidikan," katanya, dalam keteranganya.

[bacajuga=2;title="Hilangkan Kesan Kumuh, Warga Hiasi Kolong Flyover Cipendawa Bekasi dengan Mural";sumber="berita"]

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan supir, supir dari arah Unisma menuju halte tempat kecelakaan mengaku kehilangan kendali. Supir lantas membelokan truk ke arah kiri dengan harapan terhenti.

"Supir lantas menabrak di halte. Di situ menabrak para korban, truk pun terguling," katanya.

Dan menabrak, akhirnya ada bus stop (halte) di situ, menabrak para korban, demikian, dan terguling. Dari peristiwa tersebut 12 orang menjadi korban. Dengan rincian 6 orang meninggal dunia dan 6 orang mengalami luka-luka.

Dari 12 korban tersebut semuanya merupakan sanak famili. Yang saat kejadian sedang menunggu bus atau angkot di halte tempat kejadian kecelakaan usai menghadiri hajajatan.