RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar konferensi internasional teknologi kedirgantaraan dan penginderaan jauh. Forum tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, dan praktisi untuk memperluas kolaborasi riset.
Mengutip laman BRIN pada Selasa, 3 November 2026, konferensi tersebut bernama ICARES 2026. Kegiatan berlangsung secara hibrida di Yogyakarta pada 4–5 November 2026.
“Konferensi ini merupakan platform untuk membangun kemitraan, kolaborasi dan diskusi antar peneliti, institusi, akademisi maupun professional.” kata Ketua Umum ICARES 2026, Dewi Anggraeni, dikutip dari siaran pers BRIN.
[bacajuga=1;title="BRIN Teliti Potensi Temulawak sebagi Antibakteri";sumber="berita"]
Dewi menjelaskan, teknologi kedirgantaraan dan penginderaan jauh memiliki peran penting dalam berbagai kebutuhan. Teknologi tersebut mendukung operasi satelit, observasi bumi, pengelolaan sumber daya, hingga penanganan risiko iklim.
ICARES merupakan konferensi ilmiah internasional yang mempertemukan peneliti, akademisi, dan profesional berbagai bidang. Pada 2026, kegiatan ini memasuki penyelenggaraan kesepuluh sejak pertama kali digelar pada 2014.
Sejak 2014, ICARES konsisten menjadi tempat berbagi ide dan temuan baru. Dewi menyebut prosiding konferensi sebelumnya terindeks Scopus dan dipublikasikan melalui IEEE Xplore.
[bacajuga=2;title="BRIN Ingatkan Ancaman Begomovirus, Penyakit Kuning Intai Produksi Sayuran";sumber="berita"]
Sementara untuk tahun ini, ICARES mengangkat tiga topik utama dalam pembahasan konferensi. Ketiganya meliputi Aerospace and Electronic Systems, Geoscience and Remote Sensing, serta Data Science dan kecerdasan buatan.
Pembahasan mencakup teknologi pesawat tanpa awak, sistem navigasi, motor roket, antena, hingga sistem satelit. Peserta juga membahas radar, pengolahan data geosains, serta pemanfaatan citra satelit.
Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto, turut mendukung konferensi tersebut. Ia menilai ICARES dapat mempertemukan peneliti Indonesia dengan komunitas ilmiah internasional.
[bacajuga=3;title="BRIN Optimalkan Minyak Atsiri Temulawak untuk Kesehatan Kulit";sumber="berita"]
“ICARES merupakan kesempatan baik bagi para periset kita untuk memaparkan hasil riset, bertukar pandangan, dan membangun kolaborasi internasional. Saya berharap konferensi tersebut memperkuat ekosistem riset penerbangan dan antariksa Indonesia.” ujar Robertus.
Konferensi ini menyediakan penghargaan student best paper award bagi peneliti muda. Penghargaan tersebut mencakup bidang kedirgantaraan, geosains, serta ilmu data dan kecerdasan buatan.
Melalui ICARES 2026, BRIN mendorong penguatan jejaring riset nasional dan internasional. Peserta dapat mengikuti konferensi secara langsung di Yogyakarta maupun melalui daring. (Reporter: Nikita Yunistia Maryam)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.