RRI.CO.ID, Jakarta - ASEAN dan Amerika Serikat resmi meluncurkan logo peringatan 50 tahun kemitraan kedua pihak pada Rabu, 4 November 2026. Logo ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan perayaan menuju 2027.
Duta Besar sekaligus Wakil Tetap Kerajaan Kamboja untuk ASEAN, Noy Choumneanh, mengatakan logo tersebut tidak sekadar simbol visual. Logo ini, menurutnya, merupakan representasi perjalanan dan komitmen bersama dalam mengembangkan kemitraan ASEAN-Amerika Serikat.
Ia menilai, selama hampir 50 tahun, hubungan ASEAN dan Amerika Serikat telah berkembang menjadi kemitraan di berbagai bidang. Kerja sama tersebut turut berkontribusi terhadap keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan.
Menurut Noy, berbagai tantangan global saat ini membutuhkan kerja sama yang semakin erat. Momentum peringatan 50 tahun diharapkan dapat memperkuat hubungan kedua pihak.
“Berbagai tantangan kompleks di dunia modern membutuhkan kerja sama yang semakin erat. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa babak selanjutnya dalam hubungan ASEAN-Amerika Serikat ditandai dengan pencapaian yang lebih besar,” kata Noy.
[bacajuga=2;title="AS Usulkan Kerangka Kerja Sama Pertahanan yang Lebih Ambisius dengan ASEAN";sumber="berita"]
Selain itu, peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan di antara kedua pihak. Ia juga berharap kolaborasi ASEAN dan Amerika Serikat semakin luas pada masa mendatang.
Kamboja, sebagai koordinator hubungan ASEAN-Amerika Serikat, menyatakan kebanggaannya dapat berkontribusi dalam memperkuat kemitraan ini. “Sebagai koordinator hubungan tersebut, Kamboja sangat bangga dapat berkontribusi dalam perjalanan kemitraan ini menuju masa depan,” ucapnya.
Adapun, Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, mengatakan penguatan kerja sama ASEAN-AS diperlukan untuk menghadapi tantangan keamanan transnasional. Kolaborasi kedua pihak diharapkan menghasilkan langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kawasan.
[bacajuga=1;title="Kehadiran Presiden Prabowo di KTT ASEAN Manila, Kemlu: Menunggu Konfirmasi Istana";sumber="berita"]
Kerja sama penanganan kejahatan lintas negara akan diperkuat melalui mekanisme ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC). Upaya tersebut juga menjadi bagian dari Rencana Kerja ASEAN-Amerika Serikat 2026–2029.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.