RRI.CO.ID, Jakarta - Baru dua hari menguat, nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan, Jumat, 6 November 2026. Mengacu data Bloomberg, nilai tukar rupiah turun 0,29 persen ke level Rp18.135 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, rupiah ditutup naik signifikan 0,47 ke posisi Rp18.082 per dolar AS. Pelemahan rupiah sudah diprediksi para analis pasar keuangah. "Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off global terkait kecerdasan buatan (AI)," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong.
[bacajuga=1;title="Penguatan IHSG Diperkirakan Berlanjut, Ditopang Data Ekonomi yang Positif";sumber="berita"]
Para investor cenderung menghindari risiko karena respons negatif terhadap hasil pemilu paruh waktu AS. "Namun pelemahan rupiah mungkin akan terbatas oleh dukungan data pertumbuhan Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan," ucap Lukman.
Investor menantikan data pekerjaan non-pertanian (Non-Farm Payrolls-NFP) di AS yang akan dirilis malam ini. "Nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp18.050-Rp18.150 per dolar AS.
[bacajuga=2;title="Menko Airlangga Sebut MBG dan KDMP Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi";sumber="berita"]
Sementara itu indeks dolar AS hari ini bergerak di kisaran 101,54-101,68. Indeks dolar menguat sekitar 0,11-0,13 persen dibandingkan hari Kamis kemarin.
Sedangkan harga minyak dunia mulai menurun dibawah USD100 per barel. Harga minyak mentah Brent berada di kisaran USD99 per barel, harga minyak WTI di kisaran USD91 per barel.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.