RRI.CO.ID, Hebron - Pasukan Israel dilaporkan telah mundur dari Kota Hebron, wilayah selatan Tepi Barat yang diduduki, setelah melakukan pengepungan selama 10 hari. Penarikan tersebut memungkinkan ribuan warga Palestina yang terdampak untuk kembali ke rumah masing-masing dan melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Pasukan keamanan Palestina telah mengambil alih kendali penuh atas wilayah tersebut setelah penarikan militer Israel. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Hebron, Khaled Dudin, pada Senin, 2 November 2026, dilansir dari Al Jazeera.
Pihak berwenang Palestina kini memantau perkembangan situasi dan memastikan warga dapat kembali dengan aman. Wali Kota Hebron, Youssef al-Jaabari, mengatakan pemerintah kota menerima pemberitahuan resmi mengenai penarikan pasukan pada pukul 06.00 waktu setempat.
[bacajuga=1;title="Serangan Israel di Hebron Paksa 3.361 Warga Palestina Mengungsi";sumber="berita"]
Ia menyebut para pelajar dan mahasiswa mulai kembali ke sekolah serta universitas setelah seluruh kegiatan pendidikan terhenti selama pengepungan. Al-Jaabari menjelaskan bahwa selama 10 hari pengepungan, seluruh akses keluar-masuk kota ditutup.
Kondisi tersebut menyebabkan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan pemerintah kota, terhenti. Jurnalis Al Jazeera melaporkan kendaraan yang membawa keluarga pengungsi mulai berdatangan beberapa menit setelah pasukan Israel mundur.
[bacajuga=2;title="Presiden Palestina Harapkan Pemerintahan Baru Israel Buka Dialog Perdamaian";sumber="berita"]
Namun, sejumlah warga mendapati rumah mereka mengalami kerusakan dan kehilangan barang-barang pribadi. Keluarga-keluarga awalnya diberi tahu bahwa pengungsian hanya berlangsung selama satu hingga tiga hari, namun menjadi 10 hari.
Badan Pertahanan Sipil Palestina mengimbau warga agar tidak menyentuh benda mencurigakan atau memasuki bangunan yang rusak sebelum dilakukan pemeriksaan. Imbauan itu disampaikan untuk mengantisipasi bahaya yang mungkin masih terdapat di lokasi terdampak.
[bacajuga=3;title="PBB: Israel Hancurkan 98 Persen Sekolah di Gaza";sumber="berita"]
Pemerintah Kegubernuran Hebron mencatat lebih dari 3.300 warga Palestina mengungsi atau terdampak operasi militer Israel. Sebanyak 537 keluarga dipaksa meninggalkan rumah pada malam hari dan mencari perlindungan di tempat kerabat.
Pemerintah Kota Hebron juga melaporkan pasukan Israel menghancurkan 15 rumah dan bangunan lainnya. Selain itu, sebanyak 327 toko terpaksa tutup dengan kerugian ekonomi langsung mencapai lebih dari 12 juta shekel (Rp69 miliar).
Wali Kota al-Jaabari berjanji pemerintah kota akan membangun kembali seluruh bangunan yang rusak. Tim pemerintah kota telah dikerahkan ke sejumlah kawasan terdampak untuk melakukan penilaian kerusakan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.