RRI.CO.ID, Jakarta – Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) menyayangkan pencoretan cabang dayung dari SEA Games 2027 di Malaysia. Keputusan tersebut mengancam peluang medali Indonesia sekaligus mengganggu pembinaan atlet menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

PB PODSI menyampaikan keprihatinan atas keputusan Southeast Asian Games Federation (SEAGF) tersebut dalam keterangan pers, Selasa, 3 November 2026. Sebelumnya, SEAGF secara resmi tidak memasukkan cabang olahraga dayung seperti rowing, canoeing, dan traditional boat race dalam program pertandingan.

Keputusan itu disahkan dalam sidang SEAGF di Bangkok pada 30 Oktober 2026. SEA Games 2027 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 18–29 September 2027 dengan 43 cabang olahraga dan 473 nomor pertandingan.

Selain dayung, tujuh cabang olahraga lainnya juga dicoret dari daftar pertandingan. Cabang tersebut meliputi gulat, kickboxing, jujitsu, surfing, catur, dan bola tangan.

PB PODSI menilai keputusan tersebut merugikan Indonesia yang selama ini menjadikan dayung sebagai lumbung medali. Negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand, Vietnam, Singapura, dan Filipina, juga ikut terdampak dari keputusan tersebut.

Dalam lima edisi terakhir, Indonesia selalu menjadi juara umum cabang dayung SEA Games. Prestasi tersebut mencakup 13 emas pada 2015, 10 emas pada 2019, dan 14 emas pada 2021.

Indonesia kemudian meraih tiga emas pada SEA Games 2023 di Kamboja. Pada edisi 2025 di Thailand, tim dayung kembali mengoleksi sembilan emas, sembilan perak, dan tujuh perunggu.

PB PODSI memperingatkan pencoretan tersebut dapat menghambat target Indonesia menempati dua besar klasemen medali. Keputusan itu juga menghilangkan kesempatan atlet mempertahankan gelar juara dan menyumbangkan medali.

Selain berdampak pada prestasi, keputusan tersebut dinilai mengganggu pembinaan jangka panjang. Atlet pelatnas yang dipersiapkan sejak 2025 kehilangan kompetisi regional penting dalam siklus SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

PB PODSI juga menilai keputusan tersebut tidak sejalan dengan semangat sportivitas dan Olympism. Dayung merupakan cabang Olimpiade yang dipertandingkan dalam berbagai ajang olahraga internasional.

Upaya diplomasi terkait keikutsertaan dayung telah dilakukan sejak 31 Mei 2024. Saat itu, tiga NOC negara tuan rumah, yakni Thailand, Malaysia, dan Singapura, menyepakati cabang olahraga untuk SEA Games 2025, 2027, dan 2029.

PB PODSI menyebut Malaysia tidak menjalankan kesepakatan tersebut. Federasi internasional rowing dan canoeing juga telah menyurati NOC Malaysia, sementara Asian Canoe melakukan kunjungan ke otoritas olahraga Malaysia.

PB PODSI meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga serta NOC Indonesia mengajukan nota keberatan kepada SEAGF serta Olympic Council of Malaysia. Mereka juga berkomitmen melanjutkan pelatnas dayung untuk kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 dan meminta dukungan masyarakat bagi atlet terdampak.

[bacajuga=1;title="Panjat Tebing Absen di SEA Games 2027 Malaysia";sumber="berita"]