RRI.CO.ID, Jakarta - KAI Commuter mengoptimalkan pengoperasian 89 rangkaian kereta untuk melayani 1.065 perjalanan setiap hari kerja di seluruh lintas. Jumlah pengguna kereta rel listrik tersebut menembus angka 303.792.024 orang sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026.
Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi menegaskan kebijakan operasional ini di Jakarta pada Sabtu, 7 November 2026. Langkah strategis tersebut bertujuan mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat kawasan penyangga pada jam sibuk pagi dan sore.
[bacajuga=1;title="KPK: Uang yang Disita dari Bobby Rasyidin Berasal dari Tersangka";sumber="berita"]
[bacajuga=2;title="KPK : Bobby Rasyidin Kooperatif Kembalikan Uang Terkait Digitalisasi SPBU";sumber="berita"]
[bacajuga=3;title="Dirut KAI Terpantau Tiba di Istana, Bobby: Dipanggil Presiden";sumber="berita"]
Purnomo memaparkan penerapan pola peredaran sarana adaptif demi memenuhi kebutuhan harian para penumpang kereta perkotaan. Operator mengoperasikan 22 trainset formasi delapan kereta serta 34 trainset formasi sepuluh kereta di lintasan.
“Menjaga konsistensi headway dan melakukan rekayasa pola peredaran rangkaian kereta merupakan strategi dalam melayani pengguna Commuter Line. Pengaturan pola peredaran sarana ini tentunya dilakukan dengan menyesuaikan okupansi pengguna lintas khususnya pada jam sibuk. KAI Commuter sudah mencermati kebutuhan masyarakat, sehingga bisa mengambil langkah diperlukan, sebagai solusi,” ujar Purnomo dalam keterangan kepada RRI.co.id , Sabtu, 7 November 2026.
Ia menjelaskan bahwa data lonjakan penumpang bulanan menjadi landasan utama perbaikan layanan transportasi publik perseroan. Volume penumpang lintas Bogor menembus angka 133,78 juta orang sementara rute Cikarang mencatatkan 74,88 juta orang.
"Pada Oktober 2026, KAI Commuter mencatatkan volume pengguna sebanyak 32.312.018 orang, meningkat 1,68 persen dibandingkan periode Oktober 2025 yang sebanyak 31.776.933 pengguna. Data ini jadi acuan KAI Commuter dalam melihat tingginya kebutuhan publik atas moda transportasi ini, dan mempersiapkan apa saja yang dapat membantu pelayanan atas pengguna semakin optimal," kata Purnomo.
Purnomo menegaskan komitmen perusahaan dalam mempercepat pengadaan sarana baru guna memperbesar kapasitas angkut seluruh armada. Pengiriman delapan trainset buatan PT Industri Kereta Api (INKA) ditargetkan tiba bertahap hingga tahun 2027.
“KAI Commuter mendukung dan akan terus berkordinasi dengan KAI dan stakeholders dalam pemenuhan sarana Commuter Line ke depannya,” ucap Purnomo.
Perseroan merencanakan pengadaan 23 trainset baru formasi 12 kereta melalui dukungan Penyertaan Modal Negara (PMN). Peningkatan kapasitas daya listrik jalur Rangkasbitung terus dipercepat demi menopang operasional rangkaian kereta panjang tersebut.
Purnomo menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang selama proses masa transisi peredaran. Manajemen memprioritaskan pemeliharaan rutin seluruh unit kereta demi menjamin standar keselamatan perjalanan harian masyarakat.
"Upaya ini kami lakukan semata-mata untuk menjaga konsistensi headway dalam layanan perjalanan, khususnya pada jam-jam sibuk," katanya.
Volume pergerakan penumpang pada koridor Rangkasbitung menyentuh 68,09 juta orang sedangkan lintas Tangerang mencapai 24 juta. Modernisasi armada kereta api perkotaan diharapkan mampu mendongkrak mutu pelayanan publik secara merata dan berkelanjutan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.