RRI.CO.ID, Washington — Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), J.D. Vance, menyatakan pihaknya telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran. Dikutip dari Anadolu, Selasa 3 November 2026, ini bertujuan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama sembilan bulan itu.
Vance mengatakan dirinya dan Presiden Donald Trump cukup optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan melalui negosiasi. Berbicara kepada wartawan pada Senin, 2 November 2026, Vance menyebut pemerintahya akan terus mengupayakan penyelesaian diplomatik.
[bacajuga=1;title="Iran Siapkan Proposal Damai Dua Hari, AS Diminta Akhiri Blokade";sumber="berita"]
Meski begitu, dia menilai Iran masih sulit diprediksi dan menegaskan bahwa Washington tetap memiliki opsi militer maupun nonmiliter. Vance memastikan AS belum menetapkan tenggat waktu bagi Teheran sebelum kemungkinan serangan kembali dilanjutkan.
Menurut dia, prioritas utama Washington adalah memastikan Iran tidak membangun kembali program nuklirnya. "Kesepakatan dapat tercapai apabila Iran memberikan komitmen tegas dan dapat diverifikasi untuk tidak menghidupkan kembali program nuklir," ujarnya.
[bacajuga=2;title="Qatar Kembali Mediasi untuk Dorong Kesepakatan Damai AS-Iran";sumber="berita"]
Pernyataan Vance disampaikan beberapa jam setelah Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Sang Presiden menambahkan Teheran telah meminta Washington menghentikan penargetan terhadap para pemimpin Iran.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut memicu aksi balasan Iran di berbagai wilayah kawasan.
[bacajuga=3;title="Wapres AS: Trump Tidak Akan Biarkan Perang Iran Berkepanjangan";sumber="berita"]
Meskipun kedua pihak telah melakukan sejumlah upaya diplomatik dan menandatangani nota kesepahaman Juni 2026, ketegangan masih berlanjut. Perselisihan terutama berkaitan dengan pengaturan keamanan dan pelayaran melalui Selat Hormuz.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.