RRI.CO.ID, Jakarta - Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan dirinya tidak terlibat dalam penyebaran flyer mengenai isu rencana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Flyer tersebut memuat informasi rencana penyelenggaraan Munaslub pada 29 November 2026, namun Doli mengaku tidak mengetahui maupun memiliki keterkaitan dengan penyebaran isu tersebut.
Doli menjelaskan, dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, dan bernegara, dirinya selalu mengedepankan pendekatan konstitusional serta institusional. Ia menilai seluruh mekanisme organisasi telah diatur melalui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan partai yang wajib dipatuhi bersama.
[bacajuga=1;title="Partai Golkar: Presiden Simbol Negara, Penyadapan Tak Bisa Dibenarkan";sumber="berita"]
Ia juga menegaskan memahami struktur organisasi, hierarki kewenangan, serta pembagian tanggung jawab dalam kehidupan berorganisasi. Menurutnya, pemahaman terhadap aturan dan mekanisme kelembagaan menjadi prinsip penting dalam menjalankan aktivitas politik dan kepartaian.
Doli menyampaikan, hubungannya dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia selama ini berjalan baik dan harmonis. Keduanya juga menjalin komunikasi produktif, sinergis, serta saling menghormati dalam pengelolaan partai maupun hubungan secara pribadi.
[bacajuga=2;title="Targetkan 13 Kursi DPRD, Golkar DKI Buka Peluang Usung Kader di Pilgub 2029";sumber="berita"]
"Saya dan Saudara Bahlil sudah berkoordinasi dan menyadari bahwa dalam situasi dan dinamika yang sedang kita hadapi sebagai bangsa, pasti ada saja pihak-pihak yang berupaya memperkeruh suasana dan mencoba mencari keuntungan politik," ujar Doli dalam keterangannya, Sabtu, 7 September 2026. Doli mengaku telah mendeteksi keberadaan sejumlah pihak yang disebutnya sebagai komprador dari lingkungan internal partai.
Ia mengingatkan pihak-pihak tersebut agar tidak mengganggu Partai Golkar dengan agenda politik yang dinilainya kerdil. "Jangan ganggu Golkar dengan agenda-agenda kerdil kalian," katanya.
[bacajuga=3;title="HUT Ke-62, Golkar Gelontorkan 620.000 Sembako untuk Rakyat di 38 Provinsi";sumber="berita"]
Lebih lanjut, Doli mengatakan Partai Golkar saat ini tengah berkomitmen menjaga dan mengedepankan kepentingan bangsa serta negara. Menurutnya, seluruh kader harus mengutamakan kepentingan nasional dibandingkan kepentingan politik kelompok maupun individu.
Ia juga menyinggung adanya ancaman terhadap negara serta dugaan upaya makar yang ditujukan kepada Presiden. Karena itu, Doli menilai Partai Golkar harus berada di garis depan dalam menjaga dan mengawal Presiden sebagai bagian dari komitmen konstitusional terhadap negara.
"Saya sebagai kader Golkar akan berada di garda depan untuk itu," katanya.
Doli menutup pernyataannya dengan menyerukan pentingnya menjaga Presiden, negara, dan rakyat dari berbagai ancaman. Ia juga mengajak seluruh kader untuk menolak segala bentuk upaya makar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.