RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan aktivitas manufaktur Indonesia menunjukkan penguatan dengan capaian Purchasing Managers' Index (PMI) sebesar 54. Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada level 52,4.

Airlangga menyebut capaian PMI tersebut menunjukkan sektor manufaktur Indonesia masih berada dalam fase ekspansi. Bahkan, level ekspansi tersebut disebut menjadi yang tertinggi sejak Maret 2024.

"Tadi kami laporkan ke Bapak Presiden bahwa Indeks Purchasing Manager Index Indonesia di sektor manufaktur sudah masuk ke level ekspansi di 54. Itu meningkat dari bulan yang lalu 52,4," ujar Airlangga usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 2 November 2026.

[bacajuga=2;title="PMI Manufaktur Indonesia Capai 54,0, Tertinggi dalam 31 Bulan";sumber="berita"]

Ia menilai peningkatan tersebut menandakan penguatan aktivitas industri manufaktur nasional. Pemerintah juga melihat perkembangan tersebut sebagai salah satu indikator kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang masih terjaga.

"Ini menandakan penguatan ekspansi sektor manufaktur, dan level ekspansinya ini terkuat sejak Maret yang lalu, Maret 2024. Jadi ini level ekspansi yang tinggi," katanya.

Airlangga menyampaikan perkembangan sektor manufaktur menjadi bagian dari laporan kondisi ekonomi nasional kepada Presiden. Pemerintah berharap penguatan tersebut dapat terus berlangsung hingga akhir 2026.

[bacajuga=1;title="PMI Manufaktur RI Naik ke 54,0, Menperin: Industri Nasional Makin Baik";sumber="berita"]

PMI Manufaktur adalah indikator ekonomi bulanan yang mengukur kesehatan dan aktivitas sektor industri manufaktur di suatu negara. Indeks ini disusun berdasarkan survei yang dikirimkan kepada para manajer pembelian (purchasing managers) di berbagai perusahaan manufaktur.

Mereka ditanya mengenai kondisi bisnis yang dilakukan. Diantaranya pesanan baru, tingkat produksi, tenaga kerja, waktu pengiriman, dan stok barang.

[bacajuga=3;title="HIPMI Usulkan Plafon KUR Naik Menjadi Rp2 Miliar";sumber="berita"]

Data PMI Manufaktur Indonesia secara berkala dirilis oleh lembaga riset seperti S&P Global Market Intelligence. PMI Manufaktur Indonesia naik ke level 54 pada Oktober 2026, dan hal ini mencerminkan fase ekspansi yang kuat.