RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia buka suara mengenai isu liar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, yang belakangan mencatut gambar dirinya. Ia menegaskan tidak mengetahui asal-usul maupun pihak yang menyebarkan flyer tersebut.

"Berkenaan dengan beredarnya flyer yang berisi isu adanya Munaslub yang akan digelar 29 November 2026, saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak ada kaitannya. Bahkan tidak tahu menahu soal penyebaran isu tersebut," kata Doli kepada wartawan, Sabtu 7 November 2026.

Doli lantas menegaskan, bahwa dalam berorganisasi dirinya selalu mengedepankan mekanisme konstitusional dan institusional. Termasuk dalam menjalankan roda organisasi Partai Golkar.

Menurutnya, seluruh mekanisme dan tata cara berorganisasi telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan organisasi. Karena itu, setiap kader harus mematuhi aturan dan menghormati struktur serta hierarki kewenangan di dalam partai.

[bacajuga=1;title="Partai Golkar: Presiden Simbol Negara, Penyadapan Tak Bisa Dibenarkan";sumber="berita"]

[bacajuga=2;title="HUT Ke-62, Golkar Gelontorkan 620.000 Sembako untuk Rakyat di 38 Provinsi";sumber="berita"]

[bacajuga=3;title="Tidak Perlu Buzzer, Golkar Susun Kekuatan Pasukan Medsos Organik";sumber="berita"]

Anggota DPR RI ini juga menegaskan hubungannya dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia selama ini berjalan baik. Keduanya memiliki hubungan harmonis, sinergis, produktif, dan saling menghormati, baik dalam urusan pengelolaan partai apalagi secara pribadi.

Doli mengungkapkan, dirinya juga telah berkoordinasi dengan Bahlil untuk menyikapi dinamika yang berkembang. Keduanya menyadari ada pihak-pihak tertentu yang berupaya memperkeruh suasana dan mencari keuntungan politik dari situasi yang tengah dihadapi bangsa.

Bahkan, Doli mengaku telah mendeteksi pihak-pihak yang disebutnya sebagai "komprador" dan berasal dari lingkungan internal Golkar sendiri. "Saya mau sampaikan kepada kalian, jangan ganggu Golkar dengan agenda-agenda kerdil kalian," ujar Legislator asal Dapil Sumut III itu..

Ia menilai, saat ini Golkar harus lebih fokus menjalankan komitmennya menjaga kepentingan bangsa dan negara. Terlebih, Doli menyinggung adanya ancaman terhadap negara dan dugaan upaya makar yang disebutnya menyasar Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Doli, Golkar harus berada di barisan depan untuk menjaga dan mengawal Presiden sebagai bagian dari komitmen konstitusional terhadap negara. Ia pun menegaskan kesiapannya sebagai kader Golkar untuk mengambil peran dalam upaya tersebut.

"Presiden, simbol negara kita, sedang diganggu dengan adanya upaya makar dari pihak tertentu. Tentu Golkar harus berada di depan menjaga dan mengawal Presiden," ucap Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR itu.

Doli menutup pernyataannya dengan menyerukan agar seluruh kader tetap menjaga soliditas partai dan tidak terjebak dalam agenda yang berpotensi memecah belah internal Golkar. "Jaga Presiden, jaga negara, jaga rakyat, lawan makar," katanya manambahkan.