RRI.CO.ID, Jakarta - Super Mentor Saraswati Fellowship Batch 2 Retno Marsudi menyoroti kesenjangan partisipasi ekonomi perempuan yang masih lebar. Menteri Luar Negeri periode 2014-2024 itu menyebut kesenjangan gender dalam pendidikan dan kesehatan hampir tertutup, tetapi partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik masih menyisakan kesenjangan besar.
Dalam kegiatan Graduation Saraswati Fellowship Batch 2, Retno menjelaskan kesenjangan paling lebar masih terlihat pada aspek pemberdayaan politik. Karena itu, ia menilai perlu mempersiapkan lebih banyak perempuan untuk menutup kesenjangan tersebut.
“Misalnya kita bicara mengenai gap gender untuk pendidikan, untuk kesehatan itu sudah hampir tertutup gap-nya. Tetapi when it comes to economic participation dan political empowerment, gap-nya masih terbuka lebar, terutama untuk political empowerment,” ujar Retno saat ditemui usai Graduation Saraswati Fellowship Batch 2 di Jakarta, Sabtu, 7 November 2026.
Retno juga membagikan pengalaman hidupnya untuk menyemangati peserta dalam menghadapi tantangan menuju kepemimpinan. Ia mengingatkan perempuan agar tidak menyerah meskipun perjalanan yang dihadapi bisa lebih sulit dibandingkan laki-laki.
“Dan saya selalu berbagi cerita mengenai hidup saya bahwa I was nobody, saya bukan siapa-siapa. Sebenarnya untuk memberikan semangat kepada mereka bahwa jalan yang akan kita lalui itu pasti akan sulit,” kata Retno.
Dalam program tersebut, Retno membawakan materi mengenai personal branding. Ia menjelaskan cara memosisikan diri melalui branding yang dibangun oleh masing-masing individu.
Selain memberikan materi, Retno juga melakukan pendampingan individual melalui sesi mentoring one-on-one. Dalam keterangannya, ia menilai fellowship tersebut berperan mempersiapkan perempuan agar siap menjadi pemimpin.
[bacajuga=1;title="Tak Berhenti Setelah Wisuda, Saraswati Fellowship Dorong Alumni Terus Berdampak";sumber="berita"]
Retno menegaskan, kepemimpinan memberikan ruang dan kesempatan bagi seseorang untuk menghasilkan perubahan melalui berbagai kebijakan. Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari pencapaian pribadi, tetapi juga dampaknya terhadap orang lain.
“Jadi intinya adalah bukan hanya seberapa jauh Anda bisa meraih sesuatu, tetapi seberapa besar impact-nya kepada orang lain,” kata Retno.
Ia menjelaskan, dampak kepada orang lain antara lain dapat diwujudkan melalui perempuan yang berada pada level kepemimpinan. Dengan demikian, posisi pemimpin juga menjadi salah satu ruang bagi perempuan untuk memberikan dampak kepada masyarakat.
Saraswati Fellowship Batch 2 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan batch sebelumnya. Program pengembangan kepemimpinan perempuan ini mendorong peserta memperkuat kapasitas kepemimpinan dan menciptakan perubahan bermakna bagi masyarakat dan bangsa.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.