RRI.CO.ID, JAKARTA – Kabupaten Bantul dan Kota Padang mengandalkan potensi ekonomi kreatif daerah dalam seleksi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027. Bantul mengusung bidang Craft and Folk Art, sedangkan Padang mengajukan keunggulan gastronomi.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan kerajinan di wilayahnya telah berkembang sejak abad ke-16. Potensi tersebut menjadi warisan budaya yang terus dipertahankan melalui penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
“Budaya ekonomi pembuatan craft yang berkembang sejak abad 16. Dan sampai hari ini ekosistem itu telah terawat dengan baik,” ujar Abdul dalam keterangan pers Pengusulan Nominasi Anggota UCCN 2027, Rabu, 4 November 2026.
Ia menjelaskan industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Bantul. Sektor tersebut berkontribusi sebesar 14,77 persen, termasuk dari aktivitas ekonomi kreatif.
[bacajuga=1;title="Kemenekraf Dorong Nominasi Bantul-Padang Berdampak pada Ekonomi Daerah";sumber="berita"]
Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyebut sejarah perdagangan rempah membentuk keberagaman budaya dan kuliner daerahnya. Potensi gastronomi tersebut menjadi salah satu keunggulan Padang dalam nominasi UCCN 2027.
“Dari 160 miliar PAD Kota Padang, di ekosistem ekonomi kreatif 53 persennya itu adalah dari kuliner. Namun tentu kita mau upscale ini, bagaimana kota Padang bisa menjadi kota global, kota internasional,” ujar Fadly.
Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan berbagai kegiatan kreatif untuk memperkuat potensi kuliner lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kekayaan gastronomi Padang ke tingkat internasional.
Kedua daerah selanjutnya akan menyempurnakan dokumen nominasi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dan panitia seleksi nasional. Bantul dan Padang diharapkan mampu memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat daerah. (Devita Pratiwi)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.