RRI.CO.ID, Jakarta - BNPB mencatat, sebanyak 2.278 kejadian bencana alam terjadi di Indonesia hingga 2 November 2026. Jumlah tersebut, bertambah setelah 31 kejadian bencana baru dilaporkan dalam periode dua hari terakhir.

BNPB mengatakan, tambahan kejadian tersebut mencakup kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, cuaca ekstrem, serta tanah longsor. “Kami menyampaikan bahwa tanggal 2 November ini ada 31 kejadian baru sehingga total kejadian menjadi 2.278 kejadian,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan melalui kanal YouTube BNPB, Senin, 2 November 2026.

[bacajuga=1;title="Bencana Jadi Lahan Korupsi";sumber="berita"]

Dalam laporan tersebut, BNPB mencatat, sejumlah kejadian karhutla di beberapa daerah. Wilayah yang disebutkan, antara lain Kabupaten Kolaka Timur, Sinjai, Boyolali, Sidenreng Rappang, Pinrang, Kota Tual, dan Kota Parepare.

Selain karhutla, ia mengungkapkan, banjir dilaporkan terjadi di 10 wilayah di Indonesia. Wilayah tersebut, Kabupaten Langkat, Sragen, Trenggalek, Banyumas, Cilacap, Dairi, Tanah Datar, Tulungagung, Aceh Barat, serta Kota Bandung.

[bacajuga=2;title="BPBD Jabar Sebut Potensi Risiko Bencana Musim Hujan";sumber="berita"]

Berton menyebutkan, kejadian banjir tersebut sebagai bagian dari tambahan laporan bencana dalam dua hari terakhir. “Ada 10 kejadian banjir di Kabupaten Langkat, Sragen, Trenggalek, Banyumas, Cilacap, Dairi, Tanah Datar, Tulungagung, Aceh Barat, dan Kota Bandung,” ucap Berton.

BNPB juga menerima laporan, terdapat tujuh kejadian cuaca ekstrem yang tersebar di sejumlah kabupaten. Daerah yang disebut meliputi Nganjuk, Tapin, Magetan, Kuningan, Malang, Lampung Timur, dan Majene.

[bacajuga=3;title="Bencana Banjir Terjang 10 Kecamatan, Ini Data Lengkap BPBD Aceh Barat";sumber="berita"]

"Tiga kejadian tanah longsor dilaporkan terjadi di Kabupaten Simalungun, Banjarnegara, dan Malang. Dengan tambahan berbagai kejadian tersebut, total bencana alam yang tercatat BNPB di Indonesia mencapai 2.278 per 2 November 2026," ujar Berton.