RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mahasiswa dari delapan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memamerkan aneka inovasi tata kelola limbah lingkungan. Kompetisi ilmiah Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III ini berlangsung di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Seluruh karya riset dipresentasikan pada cabang lomba Ekoteologi bertempat di Teatrikal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Peserta menampilkan pengolahan limbah batik, cangkang kelapa sawit, sampah modern, hingga air bekas wudu tempat ibadah.
[bacajuga=1;title="Jamkrindo Dukung Penuh Langkah Mahasiswa Bogor Menjadi Entrepreneur Masa Depan";sumber="berita"]
Anggota tim UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Elza Cahyaning Maharani memaparkan rancangan inovasi pengolahan limbah. Limbah industri kain batik berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara terpadu oleh masyarakat pengrajin lokal.
“Biomassa lokal dimanfaatkan sebagai bahan filtrasi. Setelah digunakan, biomassa tersebut diolah kembali menjadi briket. Dengan rancangan itu, mereka berupaya memperpanjang pemanfaatan bahan dan mengurangi sisa yang terbuang,” kata Elza dalam keterangannya, Minggu, 8 November 2026.
Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis kecerdasan buatan bernama Berkasih Smart. Delegasi UIN Raden Mas Said Surakarta merancang tata kelola pemanfaatan air bekas wudu masjid perkotaan.
Inovasi Smart Eco-Masjid asal Banten memadukan teknologi kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), serta metode akuaponik. Prinsip manusia sebagai khalifah di bumi mendasari integrasi ajaran agama dengan penyelesaian masalah lingkungan hidup.
Elza menerangkan mekanisme kerja alat filtrasi kain tekstil demi mendukung keberlanjutan industri produksi kerajinan batik. Tim pengembang terdiri atas lima mahasiswa kreatif yang berkolaborasi merancang teknologi pengolahan limbah secara mandiri.
“Biomassa lokal dimanfaatkan sebagai bahan filtrasi. Setelah digunakan, biomassa tersebut diolah kembali menjadi briket,” ucap Elza.
Anggota tim Indra Tri Rahayu menegaskan pentingnya penerapan nilai amanah guna mencegah kerusakan kelestarian alam. Prinsip larangan menyia-nyiakan sumber daya diwujudkan melalui pemanfaatan kembali material bekas pakai menjadi produk bernilai.
Anggota tim Aliyya Safira Kahla menyampaikan rencana keberlanjutan penyempurnaan bahan serta perangkat sistem filtrasi mereka. Karya tulis inovasi tersebut telah melalui proses eksplorasi bahan baku serta serangkaian tahapan pengujian laboratorium.
“Kami akan menyempurnakan ECO-RETOX, baik dari segi bahan maupun perangkat. Kami juga ingin mengembangkan alat tersebut menuju skala industri yang lebih besar,” kata Aliyya.
Ajang OASE III menjadi ruang kompetisi akademik bagi mahasiswa dalam merumuskan solusi nyata pelestarian lingkungan. Karya inovatif mahasiswa berhasil mengintegrasikan ilmu pengetahuan serta teknologi modern bersama nilai-nilai keislaman secara berkelanjutan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.