RRI.CO.ID, Jakarta - FIFA memberikan kesempatan kepada anggota Dewan FIFA untuk meninjau dokumen rahasia terkait rencana investasi swasta dalam pengelolaan komersial Piala Dunia. Kebijakan ini menyusul permintaan UEFA agar FIFA memberikan penjelasan mengenai proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) yang sebelumnya menuai kontroversi.

Melansir ESPN, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom telah menyampaikan kebijakan tersebut kepada seluruh anggota Dewan FIFA. Para anggota diberi waktu dua pekan untuk menyatakan minat memeriksa dokumen secara langsung di kantor pusat FIFA, Zurich, Swiss.

Peninjauan tersebut dilakukan dengan sejumlah persyaratan khusus untuk menjaga kerahasiaan dokumen. Akses yang diberikan secara khusus mencakup dokumen terkait rencana FFE, bukan seluruh persoalan yang disampaikan UEFA.

Proposal FFE sebelumnya digagas Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membentuk perusahaan yang mengelola kepentingan komersial Piala Dunia dan kompetisi lainnya. Dalam skema tersebut, investor swasta direncanakan memiliki sebagian kecil saham perusahaan.

[bacajuga=1;title="UEFA Beri FIFA Tenggat 2 November untuk Jawab 42 Pertanyaan soal Tata Kelola";sumber="berita"]

Namun, rencana itu dihentikan pada Agustus 2026 setelah mendapat penolakan dari tiga konfederasi sepak bola kontinental. UEFA bahkan sempat mengancam akan memboikot kompetisi FIFA apabila proposal tersebut tetap dilanjutkan.

Pada Oktober 2026, UEFA mengirimkan surat untuk meminta penjelasan mengenai FFE dan sejumlah persoalan lain terkait Infantino. Surat tersebut memuat 42 poin pertanyaan yang meminta tanggapan FIFA.

Salah satu hal yang dipertanyakan adalah keputusan FIFA memberikan hak eksklusif kepada Thrive Capital untuk memimpin kelompok investor swasta proyek FFE. Perusahaan investasi tersebut didirikan Joshua Kushner, saudara dari Jared Kushner yang merupakan menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

UEFA juga meminta penjelasan mengenai proses penyusunan proposal, valuasi perusahaan, serta alasan FIFA membutuhkan investasi swasta. Surat tersebut turut mempertanyakan apakah Infantino berpotensi memperoleh keuntungan pribadi dari rencana itu.

[bacajuga=2;title="Nama David Beckham Disebut Muncul dalam Bursa Calon Presiden FIFA";sumber="berita"]

Sebelumnya, anggota Dewan FIFA telah mengajukan pertanyaan langsung kepada Infantino dalam rapat pada 15 Oktober 2026. Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris sekaligus Wakil Presiden FIFA, Debbie Hewitt, menyampaikan bahwa anggota dewan diminta menyerahkan pertanyaan secara tertulis setelah pertemuan.

Dewan FIFA dijadwalkan kembali menggelar pertemuan pada 16 Desember 2026. Sementara itu, UEFA menyatakan akan mencari kandidat alternatif untuk menantang Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.

Batas akhir pengajuan pencalonan Presiden FIFA ditetapkan pada 18 November 2026. UEFA belum memberikan tanggapan terkait undangan FIFA kepada anggota dewan untuk meninjau dokumen FFE.