RRI.CO.ID, Jakarta – Film Black Coffee karya sutradara Jeremias Nyangoen akan mengikuti kompetisi utama Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-21. Film ini mengangkat kisah sepasang suami istri tunanetra yang menjalani kehidupan di perkebunan kopi Dataran Tinggi Gayo, Aceh.
Menjelang penayangannya di festival, Black Coffee juga telah merilis trailer resmi. Cuplikan tersebut memperlihatkan kehidupan Onot dan Rabiah, pasangan suami istri yang mengelola perkebunan kopi kecil milik mereka.
Keduanya menjalani keseharian dengan mengandalkan sentuhan, ingatan, serta rutinitas. Meski memiliki keterbatasan penglihatan, Onot dan Rabiah membangun kehidupan yang mandiri dan penuh martabat.
Di balik kehidupan sederhana tersebut, mereka menyimpan harapan besar untuk memiliki seorang anak. Setelah bertahun-tahun menanti, keinginan itu akhirnya menemukan jalan untuk terwujud.
Namun, kebahagiaan tersebut juga menghadirkan kekhawatiran baru. Keduanya harus menghadapi ketidakpastian mengenai masa depan dan hal-hal yang mungkin terjadi setelah impian mereka terwujud.
[bacajuga=1;title="Menbud: Cerita Rakyat Indonesia Berpotensi Jadi 'Cultural Soft Power'";sumber="berita"]
[bacajuga=2;title="Lewat 'Laut Bercerita', Reza Rahadian Bicara Harapan bagi Indonesia";sumber="berita"]
Film ini dibintangi Sha Ine Febriyanti, Reza Rahadian, Asmara Abigail, Kabri Wali, dan Hafidz Al Muktariza. Produksinya juga melibatkan sejumlah warga Gayo sebagai pemeran.
Keikutsertaan Black Coffee pada kompetisi utama JAFF ke-21 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kisah dari Tanah Gayo kepada khalayak lebih luas. Festival tersebut juga menjadi titik awal perjalanan film ini di hadapan publik.
Melalui kisah keluarga, harapan, dan kehidupan masyarakat Gayo, Black Coffee menghadirkan perjuangan pasangan dalam membangun kehidupan. Penonton dapat menyaksikan perjalanan film ini dalam rangkaian JAFF ke-21 di Yogyakarta.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.