RRI.CO.ID, Jakarta — Pernah menjalani rontgen atau CT scan di rumah sakit? Pemeriksaan tersebut melibatkan radiografer dan radiolog yang memiliki peran berbeda dalam membantu dokter menangani pasien.
Radiografer adalah tenaga kesehatan yang bertugas menjalankan pemeriksaan menggunakan alat pencitraan medis. Mereka membantu mengambil gambar bagian dalam tubuh, seperti tulang, paru-paru, dan organ lainnya.
Menurut Standar Profesi Radiografer Kementerian Kesehatan, tugas radiografer mencakup pemeriksaan dan terapi menggunakan teknologi radiologi. Peralatan yang digunakan antara lain mesin rontgen, CT scan, dan MRI.
Sebelum pemeriksaan dimulai, radiografer menyiapkan peralatan dan mengatur posisi pasien. Mereka juga memastikan gambar yang dihasilkan cukup jelas untuk dianalisis oleh dokter.
[bacajuga=2;title="Mengenal Nodul Paru, Kondisi Medis yang Dialami Paus Leo XIV";sumber="berita"]
Radiografer turut menjaga keselamatan pasien selama pemeriksaan berlangsung. Pada pemeriksaan menggunakan sinar-X, mereka memastikan paparan radiasi sesuai kebutuhan medis.
Sementara itu, radiolog merupakan dokter spesialis radiologi yang bertugas menganalisis hasil pencitraan medis. Mereka mempelajari gambar dari berbagai alat untuk mengidentifikasi kemungkinan penyakit atau kelainan pada tubuh.
Menurut RadiologyInfo, radiolog dapat membaca hasil rontgen, CT scan, MRI, USG, hingga pemeriksaan kedokteran nuklir. Mereka kemudian menyusun laporan berisi hasil pemeriksaan untuk membantu dokter memahami kondisi pasien.
Jika diperlukan, radiolog juga dapat menyarankan pemeriksaan tambahan. Ada pula radiolog yang melakukan tindakan medis dengan bantuan gambar dari alat pencitraan.
[bacajuga=1;title="Mengulas Sejarah Hari Radiologi Internasional dan Perannya bagi Kesehatan";sumber="berita"]
Perbedaan utama keduanya terletak pada tugas selama pemeriksaan berlangsung. Radiografer mengambil gambar bagian dalam tubuh, sedangkan radiolog memeriksa dan menjelaskan hasil gambar tersebut.
Sebagai contoh, seorang pasien diminta menjalani rontgen dada oleh dokter. Radiografer mengatur posisi pasien, lalu mengambil gambar menggunakan mesin rontgen.
Setelah gambar selesai diambil, radiolog memeriksanya untuk melihat kemungkinan adanya kelainan. Hasil pemeriksaan kemudian dikirimkan kepada dokter yang menangani pasien.
Dokter menggunakan hasil tersebut sebagai salah satu dasar untuk menentukan diagnosis dan langkah penanganan selanjutnya. Dengan tugas yang berbeda, radiolog dan radiografer sama-sama berperan dalam mendukung pemeriksaan medis. (Rahmania Ulfah)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.