RRI.CO.ID, Jakarta - Yayasan JHL Merah Putih Kasih menyatakan kesiapan mendukung hilirisasi kelapa melalui pembangunan pabrik pengolahan di Nusa Tenggara Barat. Pendiri yayasan, Jerry Hermawan Lo, mengatakan investasi tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama peremajaan perkebunan guna menjamin ketersediaan bahan baku industri.
Jerry menyampaikan komitmen tersebut setelah menyerahkan Beasiswa Kelapa 2026 kepada seratus mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Ia berharap pemerintah daerah memperluas areal perkebunan serta melakukan peremajaan tanaman kelapa untuk mendukung keberlanjutan industri pengolahan.
"Saya sudah berjanji kepada Pak Gubernur, tolong lakukan peremajaan kelapa sebanyak mungkin. Nanti kelompok usaha saya akan membangun pabrik di sini," ujar Jerry dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 September 2026.
Menurut Jerry, pembangunan pabrik di NTB merupakan bagian dari pengembangan industri pengolahan kelapa yang dilakukan kelompok usahanya. Saat ini, kelompok usahanya telah memiliki tiga pabrik kelapa dan berencana menambah dua fasilitas produksi pada 2027.
Penambahan fasilitas tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas pengolahan hingga dua juta butir kelapa setiap hari. Jerry menilai, pengembangan industri pengolahan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat dan petani.
Ia menjelaskan, kelompok usahanya kini mengembangkan konsep Royal Agro Industry, yakni pengolahan hasil pertanian menjadi produk jadi maupun setengah jadi. Konsep tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan petani terhadap penjualan komoditas mentah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan.
Jerry menilai Nusa Tenggara Barat memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pengembangan industri kelapa nasional. Menurutnya, tanaman kelapa memiliki masa produktif panjang dan hampir seluruh bagian buahnya dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.
"Umur produktif kelapa, kalau dirawat dengan baik, bisa mencapai 50 sampai 60 tahun. NTB punya potensi kelapa yang sangat besar," katanya.
Ia menjelaskan, sabut kelapa dapat diolah menjadi berbagai material bangunan, seperti genteng, papan, dan bahan lantai. Sementara itu, tempurung kelapa dapat dimanfaatkan menjadi arang dan karbon untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk bahan baku teknologi baterai.
Daging kelapa juga dapat diolah menjadi minyak goreng, santan, serta kelapa parut kering untuk kebutuhan industri makanan. Adapun air kelapa memiliki peluang pasar sebagai minuman maupun bahan baku industri minuman kemasan.
Jerry mengatakan, meningkatnya permintaan produk turunan kelapa di pasar internasional perlu dimanfaatkan Indonesia melalui penguatan industri pengolahan domestik. Namun, pengembangan industri tersebut membutuhkan ketersediaan bahan baku yang memadai melalui peremajaan tanaman dan peningkatan produktivitas perkebunan.
Ia mengamati banyak pohon kelapa di sejumlah daerah sudah berusia tua sehingga produktivitasnya semakin menurun. Karena itu, program peremajaan perlu dilakukan secara terencana dengan menggunakan bibit unggul serta menerapkan teknik budidaya modern.
Jerry mencontohkan uji coba penanaman kelapa di lahan seluas 50 hektare di Jailolo, Maluku Utara. Melalui pengolahan lubang tanam dan penggunaan bahan organik, ia mengklaim tanaman kelapa dapat mulai berbuah pada usia tiga tahun.
Selain pembangunan pabrik, Jerry mengusulkan kerja sama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha mengembangkan perkebunan kelapa. Lahan perkebunan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat praktik mahasiswa sekaligus sarana pengembangan kewirausahaan sektor pertanian.
Ia juga mendorong penerapan pola tanam tumpang sari dengan memanfaatkan lahan di antara tanaman kelapa. Komoditas seperti jagung, cabai, kacang panjang, dan buncis dapat dibudidayakan untuk menghasilkan pendapatan sebelum kelapa berbuah.
"Mahasiswa tidak perlu menunggu kelapa berbuah untuk mendapatkan hasil ekonomi. Sambil menunggu, mereka bisa menanam sayuran dan komoditas lainnya," kata Jerry.
Menurutnya, pola tersebut dapat mengintegrasikan pendidikan teori, praktik budidaya, pengelolaan usaha, hingga pemasaran hasil pertanian. Ia juga mengusulkan agar hasil panen mahasiswa dihubungkan dengan pasar potensial, termasuk kebutuhan pangan program Makan Bergizi Gratis.
Jerry menilai sektor pertanian membutuhkan keterlibatan generasi muda yang menguasai teknologi, manajemen, dan kewirausahaan. Dengan sumber daya manusia terampil serta dukungan infrastruktur, sektor pertanian dinilai memiliki peluang menarik investasi dan mengembangkan usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Yayasan JHL Merah Putih Kasih menyerahkan Beasiswa Kelapa 2026 kepada seratus mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen yayasan memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong pengembangan sumber daya manusia sektor pertanian.
Jerry mengatakan jumlah penerima manfaat program beasiswa terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Yayasan menargetkan jumlah penerima beasiswa mencapai dua ribu orang hingga akhir 2026 dan bertambah menjadi tiga ribu orang pada 2027.
"Dua tahun lalu kami baru membiayai sekitar 500 siswa. Sampai akhir tahun ini target kami 2.000 orang," ujar Jerry.
Ia berpesan kepada penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sungguh-sungguh melalui kerja keras, kerja cerdas, dan ketekunan. Jerry juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan selama menjalani pendidikan maupun membangun usaha.
Sementara itu, Rektor Universitas Mataram Sukardi mengapresiasi dukungan Yayasan JHL Merah Putih Kasih terhadap pendidikan mahasiswa. Menurutnya, bantuan beasiswa sangat berarti karena masih banyak mahasiswa menghadapi keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Sukardi mengungkapkan, lebih dari 40 persen mahasiswa Universitas Mataram membayar Uang Kuliah Tunggal antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Selain itu, sekitar 900 mahasiswa lainnya memperoleh fasilitas pembebasan UKT atau nol rupiah.
Ia berharap dukungan beasiswa dapat membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan meraih masa depan lebih baik. Sukardi juga mengapresiasi kolaborasi dunia usaha dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi kontribusi yayasan dalam mendukung pendidikan generasi muda daerah. Menurutnya, pemberian beasiswa merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah.
Iqbal mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan meningkatkan kedisiplinan, kerja keras, serta mempersiapkan masa depan. Ia juga mendorong mahasiswa pertanian menjadi penggerak modernisasi sektor pertanian melalui penguasaan teknologi dan inovasi.
Gubernur menilai regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting dalam meningkatkan daya saing pertanian Nusa Tenggara Barat. Karena itu, keterlibatan generasi muda diperlukan untuk mengembangkan pertanian modern yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Jerry berharap penguatan pendidikan pertanian, peremajaan perkebunan, serta pembangunan industri pengolahan kelapa dapat berjalan beriringan. Kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha diharapkan meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas lapangan kerja masyarakat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.