RRI.CO.ID, Jakarta - Hyppe Teknologi Indonesia mendorong kreator digital memanfaatkan karya mereka sebagai aset yang memiliki nilai ekonomi. Melalui platformnya, kreator berkesempatan memperoleh sertifikat kepemilikan, menerima saweran, hingga memperjualbelikan konten digital.
Chief Executive Officer Hyppe Teknologi Indonesia, Magindran Marieappan mengatakan edukasi mengenai kepemilikan konten menjadi salah satu yang difokuskan. Ia mengatakan, kreator perlu memahami bahwa karya yang diunggah tidak hanya menjadi konten konsumsi publik.
"Hyppe juga memberikan mereka edukasi bahwa konten itu bisa menjadi aset kamu. Jadi di Hyppe itu mereka kalau posting dapat sertifikat kepemilikan konten," katanya saat diwawancarai bersama Pro3 RRI, Kamis, 5 November 2026.
Dirinya mengatakan, aset digital berupa konten yang dibuat juga dapat diperjualbelikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Hyppe dalam membangun ekosistem digital yang lebih produktif.
Magindran menyebut Hyppe Teknologi Indonesia telah menggandeng Accademi dalam menyiapkan pelatihan untuk konten kreator. Dengan adanya kerjasama tersebut menjadi salah satu upaya pemberdayaan generasi muda.
"Jadi di sana kita menginkubasi mereka, melatih mereka menjadi konten kreator yang sehat. Supaya mengangkat lima topik utama yaitu keindahan alam, kuliner, pengobatan tradisional, UMKM, dan juga budaya," katanya.
Menurutnya, upaya ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak seperti Hyppe Indonesia, Radio Republik Indonesia, dan Pemuda Panca Marga. Ia mengatakan dengan bersatunya pihak tersebut, dapat membuat anak bangsa menuju dunia yang lebih sehat.
Kerja sama antara RRI, Pemuda Panca Marga, PT Hyppe Indonesia, dan Accademi bertujuan untuk membangun ekosistem kebangsaan. Maraknya konten negatif yang tersebar luas di media sosial dapat mengancam persatuan bangsa.
Konten negatif tersebut perlu digantikan dengan menyebarkan konten-konten positif di media digital. Untuk itu, kolaborasi ini hadir sebagai jawaban atas permasalahan tersebut.
Kerjasama antara RRI, Hyppe Teknologi Indonesia, Pemuda Panca Marga dan Accademi menjadi upaya membuat ekosistem digital yang lebih sehat. Kolaborasi tersebut juga mengupayakan untuk generasi muda dapat mengembangkan ekonomi kreatifitas sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan di dunia digital.
(Reporter: Muhammad Herdi Fabryansyah)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.