RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 74,43 poin atau sekitar 1,48 persen ke level 4.955,83 pada perdagangan Jumat, 6 November 2026. Pelemahan tersebut dibandingkan penutupan perdagangan Kamis di level 5.030,26.
"Jika bertahan di atas level 5.000, IHSG berpeluang menguji level resistance di 5.100-5.125 pada perdagangan hari ini. Namun perlu diwaspadai potensi profit taking di tengah ketidakpastian yang masih tinggi," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat, 6 November 2026.
Sentimen pasar positif karena data ekonomi yang dirilis kemarin lebih baik dari perkiraan. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada triwulan III 2026.
"Pertumbuhan ekonomi meningkat dari titik terendah tiga kuartal sebesar 5,29 persen di triwulan II. Selain itu, melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,2 persen," ujar Tim Phintraco.
[bacajuga=1;title="Penguatan IHSG Diperkirakan Berlanjut, Ditopang Data Ekonomi yang Positif";sumber="berita"]
Tim Phintraco juga mencermati langkah BEI memperluas keterbukaan informasi kepemilikan saham di atas 1 persen. Termasuk identifikasi status pengendali dan pihak terafiliasi.
"Hal tersebut menjadi bagian penting dari reformasi transparansi pasar modal menjelang evaluasi MSCI pada 11 November 2026. Kebijakan ini diharapkan membantu investor menilai struktur dan konsentrasi kepemilikan saham secara lebih akurat," ujar Tim Phintraco.
Meskipun dampak positif terhadap persepsi MSCI akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan efektivitas keterbukaan informasi tersebut. Dalam perdagangan Kamis kemarin, masih terjadi aliran keluar modal asing dari pasar ekuitas.
Net sell (jual bersih) saham oleh investor asing tercatat sebesar Rp25 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual adalah BMRI, ADRO, BBRI, ACRI dan BREN.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.