RRI.CO.ID, Jakarta - KONI Pusat merekomendasikan sejumlah langkah evaluasi kepada Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia atau PB IPSI. Rekomendasi tersebut menyusul meninggalnya atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, saat Porprov Jawa Tengah 2026.
Kepala Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga KONI Pusat, Prof. Dr. Johansyah Lubis, menilai IPSI perlu meninjau standar perlindungan pesilat. Evaluasi mencakup perlindungan tangan, lengan bawah, kaki, dan tungkai tanpa mengganggu pergerakan pesilat.
Johansyah yang juga seorang pesilat senior itu merekomendasikan PB IPSI segera menyusun standar operasional prosedur (SOP) peralatan pertandingan dan penggunaan pelindung pesilat. Aturan tersebut perlu memperjelas bagian tubuh yang dilindungi serta perlengkapan wajib berdasarkan kelompok usia dan kategori pertandingan.
[bacajuga=1;title="Porprov Jateng 2026 Berduka, Atlet Pencak Silat Ayudiah Rivana Meninggal Dunia";sumber="berita"]
Selain itu, PB IPSI perlu menetapkan standar teknis dan pengujian terhadap perlengkapan pelindung atlet. Pengujian mencakup bahan, ukuran, cakupan perlindungan, kemampuan meredam benturan, hingga keamanan pengikat.
Pelindung juga harus tetap memungkinkan pesilat melakukan teknik tangkapan, tangkisan, dan berbagai gerakan pencak silat. Johansyah turut merekomendasikan penguatan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan atlet sebelum pertandingan.
"Keselamatan atlet harus menjadi ukuran utama mutu pertandingan," kata Johansyah, dilansir dari portal resmi KONI Pusat, Minggu, 1 November 2026. Ia menegaskan, kepatuhan terhadap prosedur perlu disertai evaluasi efektivitas perlengkapan dan sistem perlindungan atlet.
[bacajuga=2;title="PB IPSI Perkuat Diplomasi untuk Wujudkan Pencak Silat ke Olimpiade";sumber="berita"]
Sementara itu, PB Porprov Jateng mencatat 193 atlet mengalami cedera selama penyelenggaraan Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Sebanyak 157 atlet menjalani rawat jalan, 14 atlet menjalani observasi, dan 22 atlet harus dirawat di rumah sakit.
Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng Dr. Elhamangto Zuhdan menyebut, kasus rujukan terbanyak berasal dari cabang olahraga kontak fisik. "Kasus-kasus yang dirujuk cukup banyak terjadi di cabor kontak fisik, seperti di Kota Salatiga," ujar Elham.
Cedera yang dialami atlet antara lain patah tulang hidung hingga perdarahan di bagian wajah. Bahkan, seorang atlet catur dilaporkan mengalami luka robek di kepala akibat terjatuh di toilet.
PB Porprov Jateng menyiagakan sekitar 275 tim medis di enam wilayah penyelenggaraan Porprov. Setiap tim dilengkapi satu ambulans dan tiga personel, yakni dokter, perawat, serta pengemudi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.