RRI.CO.ID, Semarang - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar Rail Heritage Forum 2026 di Museum Lawang Sewu. Agenda edukasi ini membahas pemanfaatan aset bersejarah pada hari Senin, 9 November 2026 di Semarang.

Forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pelestarian sejarah, pemanfaatan aset heritage, serta pengembangan wisata edukasi perkeretaapian. Perusahaan merilis informasi resmi mengenai agenda pelestarian sejarah tersebut pada hari Rabu, 4 November 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memaparkan keterikatan perjalanan kereta api dengan kehidupan bangsa Indonesia. Transportasi rel telah mengiringi perkembangan ekonomi kawasan perkotaan dan perjuangan kemerdekaan selama kurun 159 tahun.

“Kereta api menyimpan banyak cerita tentang perjalanan Indonesia. Melalui Rail Heritage Forum 2026, kami ingin mengajak masyarakat, terutama generasi muda, mengenal sejarah tersebut dan melihat potensi warisan perkeretaapian sebagai ruang belajar serta destinasi wisata yang menarik,” ujar Anne.

[bacajuga=1;title="KAI Seimbangkan Kecepatan Kereta Api dan Aksesibilitas Komuter";sumber="berita"]

KAI saat ini mengelola Museum Lawang Sewu dan Museum Kereta Api Ambarawa di Jawa Tengah. Museum Kereta dan Jalur Bondowoso Jawa Timur melengkapi destinasi Museum Kereta Api Sawahlunto Sumatra Barat.

Setiap museum perkeretaapian menampilkan perkembangan teknologi lokomotif, jejak jaringan rel, sejarah pertambangan, dan perjuangan kemerdekaan. KAI saat ini tercatat memiliki 656 aset heritage berstatus cagar budaya maupun dalam proses penetapan.

Aset bersejarah tersebut mencakup stasiun, bangunan, jembatan, sarana perkeretaapian, serta berbagai objek peninggalan bersejarah lainnya. Rangkaian kegiatan ini turut mengenalkan jejak sejarah lintas Kedungjati menuju Tuntang hingga Ambarawa Jawa Tengah.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menyampaikan tujuan utama dari penyelenggaraan agenda forum tersebut. Jalur rel bersejarah di Jawa Tengah memiliki keterkaitan erat dengan masa awal perkembangan transportasi perkeretaapian Indonesia.

“Kami berharap kegiatan ini mendorong semakin banyak masyarakat mengunjungi museum kereta api, mengenal cerita di balik setiap peninggalan sejarah, serta ikut menjaga warisan tersebut agar tetap dapat dinikmati generasi berikutnya,” kata Wisnu.