RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kanada menargetkan dukungan sekitar 200 usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia melalui program TRISEG. Program tersebut berfokus pada usaha yang dimiliki dan dipimpin perempuan untuk memperkuat kapasitas mereka dalam mengakses pasar internasional.
TRISEG merupakan singkatan dari Trade for Resilient, Inclusive and Sustainable Economic Growth. Program tersebut melibatkan lembaga pendukung perdagangan serta mitra sektor publik dan swasta untuk memperkuat layanan bagi pelaku usaha.
Head of Development Cooperation Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia, Alice Birnbaum, mengatakan Indonesia menjadi satu dari empat negara sasaran TRISEG di Asia. Program tersebut juga mendukung UKM di 16 negara kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk memperkuat kapasitas dalam mengakses pasar internasional.
Alice menjelaskan UKM Indonesia merupakan tulang punggung perekonomian dan berperan penting dalam mendorong inovasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi. Namun, banyak UKM, khususnya yang dikelola perempuan dan kelompok kurang terwakili, menghadapi tantangan mengakses pasar global serta memperoleh dukungan mengembangkan skala bisnis.
"Melalui TRISEG, kami menargetkan untuk mendukung sekitar 200 UKM Indonesia. Dengan fokus kuat pada usaha yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan," ujar Alice dalam peluncuran proyek ‘Trade for Resilient, Inclusive and Sustainable Economic Growth (TRISEG)’ di sektor kerajinan (handicraft) di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Alice menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan, khususnya Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN), serta TFO Canada yang telah mewujudkan inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi dan komitmen para mitra penting untuk memastikan proyek menghasilkan manfaat yang bermakna dan berkelanjutan.
Kanada juga berinvestasi pada penguatan kapasitas UKM Indonesia beserta lembaga yang mendukung mereka. Alice menyebut investasi tersebut dilakukan melalui TRISEG bersama proyek CRAFTS yang juga bermitra dengan DJPEN.
"Indonesia adalah salah satu dari empat negara sasaran di Asia melalui proyek TRISEG. Dan UKM di 16 negara di seluruh kawasan Asia, Afrika, serta Amerika Latin akan didukung untuk memperkuat kapasitas mereka mengakses pasar internasional," kata Alice.
[bacajuga=1;title="Potensi Transaksi UKM 20 Kampus di TEI 2026 Capai Rp445,53 Miliar";sumber="berita"]
TRISEG berjalan berdampingan dengan proyek CRAFTS yang juga didukung Kanada dan dilaksanakan melalui kemitraan dengan DJPEN. Ketiga inisiatif tersebut bertujuan meningkatkan daya saing UKM, membantu pelaku usaha mengakses pasar baru, memenuhi standar internasional, dan memanfaatkan peluang perdagangan.
Alice mengatakan proyek-proyek tersebut dilaksanakan pada momentum yang tepat bagi Indonesia dan Kanada. Ia menyebut Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) Indonesia-Kanada telah diratifikasi dan akan segera berlaku.
"Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) antara kedua negara kita baru saja diratifikasi. Dan akan mulai berlaku pada tanggal 1 Desember, kurang dari satu bulan dari sekarang," ujarnya.
Alice berharap proyek-proyek tersebut dapat membantu UKM Indonesia memperoleh manfaat penuh dari kesepakatan CEPA Indonesia-Kanada. Ia juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif, membangun kemitraan, dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan.
Kanada menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan lembaga pemerintah, asosiasi bisnis, sektor swasta, masyarakat sipil, dan mitra pembangunan. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memajukan kemakmuran inklusif dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membuka diskusi.